Saturday, December 03, 2011

Seminar Mahasiswa Berprestasi 2011 sesi 2

Sesi kedua ini diadakan setelah para peserta selesai ishoma, pada sesi tersebut diadakan sharing bersama dengan juara II Mapres UI 2010 yaitu Andreas Senjaya dan alumni UI yaitu Riza Perdana Kusuma (GM PT Garuda Indonesia). Luar biasa sekali mendengar cerita-cerita yang dibawakan oleh kedua pembicara tersebut.

Dulu pak Riza sangat ingin sekali masuk UGM, sebagai orang yogya, UGM memang merupakan universitas favorit. Pada saat mengikuti ujian tertulis, pak Riza gagal masuk UGM, hal ini menyebabkan dia depresi berat, hampir sebulan tidak keluar rumah karena dia malu tidak dapat masuk universitas negri. Namun setelah itu, dia bangkit, dan kemudian mencoba menjalani aktivitasnya di UII. Di universitasnya itu beliau berusaha keras agar dapat mendapatkan yang terbaik, dan akhirnya setelah lulus beliau berhasil cumlaude. Setelah kelulusannya itu, dia langsung disodorkan pekerjaan tanpa harus mencarinya terlebih dahulu, namun dia harus memilih satu dari ketiganya tersebut. Karena orang tuanya adalah orang yang religius, maka dia tidak memilih pekerjaan di bank karena menurut ayahnya bank itu banyak ribanya, haram katanya. Kemudian juga dia tidak jadi memilih salah satu pekerjaannya lagi, saya lupa alasannya, dan akhirnya dia mengikuti pilihan ayahnya untuk mengambil pekerjaan yang dari Garuda Indonesia saja. Awalnya dia bekerja di Sumatera atau di dekat daerahnya saya lupa, pokoknya setelah itu karena dia terus over target maka dia dipindahkan ke Jakarta. Dari sinilah kalau tidak salah, dia melanjutkan studinya di Universitas Indonesia, sehingga bisa menjadi alumni UI. Selama di Jakarta dia terus bekerja keras hingga akhirnya dia ditawari untuk menjadi GM (General Manager) di Jepang. Atasannya pernah bertanya pada dia apakah dia yakin bisa beradaptasi di sana, kata atasannya, "Sebagai GM, kamu seharusnya bisa main golf, gimana nanti kalo mau nego?" pak Riza mengakui kalau dia tidak senang main golf, masalah nego bisa diatur katanya. Akhirnya dia jadi berangkat ke Jepang. Pekerjaan di sana cukup berat, karena GM-GM sebelumnya mengalami kerugian terus, namun karena usahanya yang keras dia berhasil menutupi kerugian selama ini. Atasannya tidak yakin kalau dia bisa bekerja di sana dengan baik, karena minum sake saja tidak mau, ya sebagai orang muslim, pak Riza tentu menolak minum sake, walaupun merupakan kebiasaan apabila berkumpul dengan orang Jepang dengan minum sake, tidak masalah baginya, "Hanya dengan mengatakan kalau saya tidak minum sake saja sudah cukup, sebenarnya kalau kita berbicara dari hati ke hati, tentu orang lain akan menerima keadaan kita bagaimanapun kondisi kita sekarang." Begitulah yang dikatakan oleh pak Riza. Setelah berhasil menutup kerugian di Jepang. Pak Riza sekarang bekerja di Hongkong.

Kunci kesuksesan menurut pak Riza adalah berusaha keras dan selalu bertawakal kepada Allah, dan jangan pernah malas untuk mengangkat tangan dan berdoa. "Sama halnya seperti sebuah sedotan, air dari ujung atas sedotan akan turun ke bawah dengan lancar apabila tidak ada hambatan, Allah akan memberikan rizki kepada kita apabila kita tidak melakukan hal-hal maksiat yang bisa menyebabkan rizki dari Allah tersebut terhalang sehingga tidak turun ke kita. Mengenai bagaimana caranya mengatasi depresi yang hampir sebulan lamanya itu ketika dia tidak berhasil masuk UGM adalah sama halnya dengan menekan sebuah bola dalam air, kalau tidak ditekan terus, pastilah bola itu akan mengapung, kalau kita terus memikirkan hal itu, maka sakit yang akan kita rasakan terus, oleh karena itu, lupakanlah dan berusaha untuk ikhlas menghadapinya." Begitulah yang pak Riza katakan.

Kemudian Andreas Senjaya atau yang biasa dipanggil bang Jay, mahasiswa Fasilkom UI angkatan 2007 dan merupakan bagian dari MWA UI sebagai anggota unsur mahasiswa, berbagi pula mengenai perjalanannya bagaimana dia bisa menjadi juara II Mapres UI. Pada saat dia SMA, dia menyadari bahwa dia adalah orang yang biasa-biasa saja, lebih banyak melakukan hal-hal yang berhubungan dengan akademis tidak terlalu memikirkan organisasi. Namun setelah dia menjadi seorang mahasiswa UI, dia menyadari betapa organisasi itu sangat penting, kemudian dia mulai mengikuti organisasi-organisasi di UI, untuk menjadi seorang mapres tentulah tidak hanya pandai berorganisasi namun diperlukan pula IP yang lebih dari 3, oleh karena itu dia berusaha keras agar kuliah dan organisasi dapat berjalan dengan lancar. Memang apabila kita ingin sukses di kedua hal itu waktu untuk tidur perlu dikorbankan, biasanya dia hanya tidur 4 jam. Dia juga menyadari betapa pentingnya waktu yang dimili, oleh karena itu dia berpesan untuk memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya. Ketika tahun kedua atau ketiga, saya lupa, dia mengatakan bahwa pada saat itu, adalah kegiatan organisasi yang paling banyak dia lakukan namun dia juga sudah mengantisipasi kuliahnya, dia berusaha supaya walaupun organisasi yang dia lakukan itu banyak jangan sampai kuliahnya menjadi keteteran. Namun ternyata nilai yang ia dapatkan kurang memuaskan, dia merasa malu karena IPnya rendah (menurutnya) namun pada tahun berikutnya dia memiliki IP yang cukup bagus, dan alhamdulillah katanya dia bisa mewakili fakultasnya untuk maju di pemilihan mapres UI. Dia juga menyadari bahwa saingan-saingannya dari fakultas lain adalah orang-orang yang hebat, oleh karena itu dia berusaha lebih dari mereka. Dan akhirnya dia berhasil menjadi juara II Mapres UI 2010.

Bang Jay bisa begitu hebatnya karena sejak kecil dia sudah diajarkan oleh orang tuanya untuk bekerja keras. Dia berpesan kepada para peserta untuk selalu merasa lebih rendah dari orang lain, karena dengan begitu kita bisa mendapatkan informasi dari orang yang kita ajak bicara itu. Kerja keras dan berusaha lebih dari orang lain memang merupakan hal yang utama.

Begitulah sharing luar biasa yang diberikan oleh dua orang yang luar biasa pula. Sungguh saya merasa sangat termotivasi mendengar cerita-cerita dari mereka dan sungguh sangat berterima kasih pula kepada mereka yang dengan senang hatinya berbagi cerita dengan kami. Sangat menyenangkan bisa hadir di Seminar Mahasiswa Berprestasi 2011 tersebut. Semoga kelak saya dapat menjadi pribadi seperti mereka, setidaknya saya berguna bagi keluarga.

Berikut adalah foto bang Jay (kiri) dan pak Riza (kanan)

Posted on by Nurul Fajry Maulida | No comments

0 comments:

Post a Comment

If you want to be notified that I've answered your comment, please leave your email address. Your comment will be moderated, it will appear after being approved. Thanks.
(Jika Anda ingin diberitahu bahwa saya telah menjawab komentar Anda, tolong berikan alamat email Anda. Komentar anda akan dimoderasi, akan muncul setelah disetujui. Terima kasih.)