Monday, September 8, 2014

Catatan Kewirausahaan #2

sumber gambar: mim.umd.edu

Pertemuan kedua di kelas kewirausahaan ini cukup mengenang bagi saya. Sebelumnya kami dibagi menjadi beberapa kelompok dan tiap kelompok dibagi tugas untuk mencari tokoh wirausahawan. Saya termasuk ke dalam kelompok 1. Tidak semua kelompok hari itu yang dipanggil maju ke depan untuk menceritakan tokohnya. Entah itu fail atau bagaimana, niat untuk menceritakan tokoh dengan serius malah berubah seperti stand up comedy, belum saya selesai bicara, teman-teman kelas sudah tertawa terbahak-bahak, masalahnya memang tokoh yang saya bawakan ini memang sedikit kontroversial, tetapi plus-nya, beliau adalah orang yang gigih, pemberani, suka berpetualang, pintar, dan memang berbakat. 

Selesai dengan mem-"presentasi"-kan riwayat usaha kehidupan tokoh, dilanjutkan dengan materi berikutnya yaitu tentang trait atau sifat/karakter dari entrepreneur/wirausahawan. Kembali diingatkan definisi dari entrepreneurEntrepreneur adalah seseorang yang mampu menciptakan bisnis yang baru, yang dalam tujuannya adalah untuk mencapai profit, mencoba mengalokasikan berbagai peluang dan sumber-sumber daya yang diperlukan terhadap usaha tersebut.

Seorang entrepreneur memiliki profil sifat sebagai berikut:
  1. Desire for responsibility. Artinya dalam berwirausaha, entrepreneur selalu merasa bahwa apa yang diusahakannya adalah tanggung jawabnya. Jadi, tidak pernah merasa patah semangat dalam melaksanakan tanggung jawabnya. 
  2. Preference for moderate risk. Bukan artinya pengusaha sebagai risk taker atau berani dalam menghadapi risiko, tapi dalam hal ini maksudnya adalah pengusaha tersebut mampu merencanakan jauh-jauh hari, mengkalkulasikan, menghitung, risiko yang mungkin ada sehingga ketika muncul tidak menjadi terlalu bermasalah.
  3. Confidence in their ability to succeed. Percaya diri atas cita-cita yang dibuat. Hal ini akan menjadi semacam drive atau pendorong untuk meraih hal tersebut.
  4. Desire for immediate feedback. Seorang pengusaha memiliki pribadi yang benar-benar membutuhkan feedback yang sesegera mungkin. Misalnya meluncurkan suatu produk baru, meminta pendapat dari keluarga, kerabat, atau teman, masukan dari mereka benar-benar dihargai oleh pengusaha. Dengan demikian, pengusaha dapat dikatakan senang terhadap tantangan. 
  5. High level of energy. Seorang pengusaha, memiliki energi yang sangat tinggi untuk berwirausaha, terkadang untuk mencapai target, direlakan 16 jam bekerja misalnya. Dengan demikian, hal ini menandakan bahwa pengusaha memiliki sifat energik dan pekerja keras.
  6. Future orientation. Seorang pengusaha akan selalu berpikiran ke depan. Misalnya dulu pengusaha televisi mulai menjual televisi model tabung, tidak berhenti di situ, mereka terus berinovasi hingga sekarang televisi sudah ada yang flat, LCD, dan lain sebagainya. Jika pengusaha berhenti tanpa menatap masa depan, sesungguhnya usahanya tidak lama lagi akan berhenti. 
  7. Skill at organizing. Seorang pengusaha harus mampu mengatur usahanya. Misalnya seorang pengusaha kue siap antar yang menghadapi persoalan biaya sekali antar yang cukup mahal. Untuk mengatasi hal tersebut, maka pengusaha tersebut mengatasinya dengan membuat jadwal pengiriman, sehingga kue-kue yang diantar dapat dikirim secara efisien.
  8. Value of achievement over money. Seorang pengusaha tidak berorientasi pada uang, melainkan pada pencapaian prestasi yang mana sesungguhnya uang atau profit mengikuti prestasi. Jika pengusaha hanya berorientasi pada uang, maka sesungguhnya usahanya lama-kelamaan akan mati, karena yang namanya kebutuhan dari pasar selalu berubah-ubah, jika tidak punya prestasi atau pencapaian, usaha yang dibangun akan tergerus sendiri oleh waktu. 
Selain itu, terdapat pula beberapa sifat yang dimiliki oleh pengusaha dalam setiap melaksanakan tugasnya, antara lain:
  1. Passion. Karena usaha yang dilakukan adalah apa yang diminatinya, apa yang disukainya, mau ditimpa masalah apapun akan tetap senang menjalankannya.
  2. Courage. Berani, prudent risk taker atau pengambil risiko secara aman, suka dengan tantangan dalam menjalankan tugas.
  3. Emotional intelligence. Memiliki sifat ini yang mana terdiri dari self awareness, self management,dan social awareness yang mana di bawah ini baru dijelaskan lebih lengkap.
  4. Internal locus of control. Pengusaha memiliki sifat ini yang artinya mempercayai bahwa apa yang terjadi pada dirinya adalah karena dirinya sendiri bukan karena lingkungan. Sebagai gambaran, seorang mahasiswa mendapatkan IPK 4, hal tersebut didapatkan karena mahasiswa tersebut percaya bahwa ketekunannya dalam belajarlah yang membuat ia bisa meraih hal itu, bukan karena kebaikan dosen atau yang lainnya. 
  5. Flexibility  dan adaptability. Menggambarkan bahwa seorang pengusaha dalam menjalankan tugasnya akan sangat fleksibel dan dapat menyesuaikan dengan kebutuhan di lingkungan. Misalnya konsumennya memberikan komentar terhadap pelayanannya, maka pengusaha tersebut akan mempertimbangkan masukan dari komentar demi kemajuan usahanya. 
Terkait dengan semua karakter, sifat, dan profil dari pengusaha yang dijabarkan di atas, yang perlu mendapatkan penekanan adalah emotional intelligence atau kecerdasan emosional. Berbeda dengan IQ yang mengedepankan kecerdasan pengetahuan, IQ dapat mengalami penurunan seiring dengan pertambahan usia, tetapi kecerdasan emosional justru akan semakin meningkat.

Kecerdasan emosional merupakan suatu kecerdasan dari seseorang dalam berpikir bagaimana individu tersebut dapat mengatur dan mengatasi segala permasalahan yang dihadapinya. Seorang pengusaha dengan kecerdasan emosional ini, memiliki self awareness, self management, dan social awareness seperti yang dijelaskan sebelumnya, ditambah dengan empati dan motivasi. 

Self awareness adalah mampu mengenali siapa dirinya sendiri. Seorang individu tersebut mampu memahaminya. Misalnya orang tersebut paham betul kelemahannya, maka berusaha untuk memperbaiki kelemahan yang ada dirinya. Setiap manusia tidak ada yang sempurna, pasti ada yang punya kelemahan, namun kelemahan itu ada dua macam, kelemahan karena memang sifatnya seperti itu dan tidak bisa diubah, atau kelemahan karena berupa kebiasaan, hal yang seperti inilah yang dapat diperbaiki karena dapat diubah. Misalnya, kebiasaan buruk datang terlambat. 

Self management, adalah mampu mengatur atau mengendalikan dirinya sendiri. Apabila ada suatu persoalan yang menimpa dirinya dan membuatnya sedih, orang tersebut akan berusaha mengendalikan perasaannya ketika sedang mengerjakan tugas, berusaha untuk tidak menampakkan suasana hatinya. Hal yang demikian merupakan ciri dari pengusaha yang profesional. Pengusaha yang memiliki sifat ini adalah pengusaha yang selalu berpikir positif dan pantang menyerah. 

Social awareness. Tidak hanya dirinya sendiri yang ia kenali dan pahami betul, tetapi juga orang-orang yang ada di sekitarnya. Pengusaha dengan sifat ini akan memiliki jaringan yang luas sehingga ketika membutuhkan bantuan orang lain akan lebih mudah untuk mendapatkannya. 

Empati, adalah ketika kita mampu untuk merasakan apa yang dirasakan oleh orang lain, tidak sampai di situ tetapi berusaha untuk membantu mengatasi persoalan orang lain tersebut. Empati dalam hal ini adalah empati bisnis, yang artinya seorang pengusaha berempati terhadap kebutuhan konsumennya, pengusaha akan berusaha menyediakan apa yang dibutuhkan oleh konsumennya sehingga usahanya akan terus maju berkembang. 

Motivasi, tentunya adalah suatu dorongan untuk terus berprestasi, tidak akan pernah puas dengan apa yang telah dicapainya. Misalnya saja Bill Gates, pengusaha microsoft, meskipun sudah banyak kekayaan yang dimilikinya, tetapi Bill Gates tidak pernah berhenti melakukan sesuatu, kini Bill Gates tidak lagi terlalu memikirkan microsoft, melainkan memikirkan apa yang bisa ia lakukan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di dunia.

Ada motif yang ada dalam diri seorang pengusaha, antara lain:
  1. The power of motives: act with vigor and determination, invest much times in thinking, and care about personel studying (kekuatan motif: bertindak dengan semangat dan tekad, menginvestikan banyak waktu dalam berpikir, dan peduli dalam mempelajari suatu personil
  2. Tencity and resilence (ketekunan atau keuletan)
  3. Dorongan untuk berprestasi
Seorang pengusaha, ada yang mulai dari awal, yaitu dari small bussiness. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam berusaha mulai dari level ini, karena jika tidak diperhatikan maka akan sulit untuk berkembang bahkan bisa berhenti usahanya. Hal-hal yang perlu diperhatikan tersebut antara lain:
  1. Etika. Dalam berbisnis ada etikanya, misalnya bisnis makanan, maka seorang pengusaha tersebut harus mencantumkan segala informasi yang harus diketahui oleh konsumen, misalnya ada atau tidaknya kandungan bahan pengawet. Lebih jelasnya lagi terkait dengan contoh ini, misalnya seorang pengusaha berjanji akan mengirim barangnya 2 hari berikutnya, tetapi tidak kunjung dikirimkan, konsumen dalam tahap ini akan merasa dirugikan dan bahkan kini, konsumen sudah mulai sangat mudah melakukan switching atau pindah ke penjual yang lain. Jika terus begini, kehilangan pembeli, maka bukan tidak mungkin dapat gagal usahanya.
  2. Trust. Kepercayaan dari pembeli, dari konsumen, dari pelanggan, sangat penting artinya. Seperti yang dijelaskan tadi, jika pengusaha merugikan konsumennya, maka saat itu juga sesungguhnya pengusaha tersebut kehilangan trust dari konsumennya tersebut. Seorang pengusaha yang mendapatkan trust dari konsumen akan memiliki bisnis yang stabil bahkan dapat meningkat.
  3. Personal accountability, harus mampu menjaga reputasi, images perusahaan, karena ini masih merupakan small bussiness, salah sedikit dapat membahayakan eksistensi perusahaan.
  4. Flexibility
  5. Innovation, selalu berupaya membuat hal-hal yang baru, yang namanya waktu akan terus mengalami perubahan. Kebutuhan konsumen dapat berubah seiring waktu. Oleh karena itu, tidak boleh ketinggalan. Jika ketinggalan, eksistensi usaha dapat terancam.
Demikian yang dapat saya sampaikan. Mohon maaf apabila terdapat kesalahan, Semoga bermanfaat. Terima kasih sudah berkunjung :D

0 comments:

Post a Comment

If you want to be notified that I've answered your comment, please leave your email address. Your comment will be moderated, it will appear after being approved. Thanks.
(Jika Anda ingin diberitahu bahwa saya telah menjawab komentar Anda, tolong berikan alamat email Anda. Komentar anda akan dimoderasi, akan muncul setelah disetujui. Terima kasih.)