Sunday, December 13, 2020

Kenapa kita perlu untuk menghitung konstanta kesetimbangan?

Jawabannya adalah agar kita dapat memprediksi arah dari suatu reaksi, apakah ke kanan (forward reaction) atau ke kiri (reverse reaction). Cara mengetahuinya adalah dengan melihat nilai Kcnya. 

Jika nilai Kc yang diperoleh lebih dari 1 maka reaksi ke arah kanan, jika kurang dari 1 reaksi ke kiri, dan jika sama dengan 1 maka reaksi tidak ke kanan atau ke kiri, berada dalam kesetimbangan. 

Jadi, misalnya nih, nilai Kc = 59, maka reaksi akan ke arah kanan, kalau Kc = 4 x 10^-5, maka reaksi akan ke arah kiri. Sementara Kc = 1, reaksi akan berada dalam keseimbangan, tidak ke mana-mana. 

Sekian tentang memprediksi arah reaksi dari nilai Kc nya.

Nantinya, akan ada soal, yang nilai Kc nya sudah diketahui, kemudian diberikan lagi informasi konsentrasi dari reaktan dan produknya yang dapat kita gunakan untuk memperoleh nilai reaction quotient, atau disimbolkan dengan Qc. apa itu Qc dan apa bedanya dengan Kc? Qc memiliki ekspreksi yan sama dengan Kc, hanya saja Qc digunakan untuk menghitung konsentrasi yang bukan dalam kondisi keseimbangan, jadi dalam konsentrasi aktualnya. Ingat kan, tiap kali kita menghitung Kc, maka kita selalu mencari konsentrasi di kondisi kesetimbangannya. Tapi kalau Qc, kita menghitung, dalam keadaan aktualnya. Rumus dan cara mencarinya sama, hanya beda di kondisi konsentrasi yang diketahui. 

Qc dapat digunakan juga untuk memprediksi arah reaksi, berikut aturannya. 

  • Jika nilai Qc lebih besar dari Kc (Qc > Kc), maka keseimbangannya bergeser ke kiri, ke arah reaktan (reverse reaction)
  • Jika nilai Qc lebih kecil dari Kc (Qc < Kc), maka keseimbangannya bergeser ke kanan, ke arah produk (forward reaction)
  • Jika nilai Qc sama dengan Kc (Qc = Kc), maka keseimbangannya tidak ada perubahan, tidak ke kiri ataupun tidak ke kanan.
Di bawah ini adalah contoh, bagaimana kita menggunakan aturan ini. 

Misalnya, kamu memiliki suatu reaksi di bawah ini.


Kemudian, kamu memulainya dengan 2.00 M CH4, 3.00 M C2H2, dan 2.00 M H2, ke arah mana reaksi tersebut akan bergeser untuk mencapai keseimbangan?



Nah jadi seperti gambar di atas penyelesaiannya, karena berdasarkan perhitungan Qc lebih besar dari Kc maka reaksi bergeser ke kiri, ke arah reaktan (reverse reaction). Sekian, tentang materi ini, mohon maaf kalau ada salah. Terima kasih sudah berkunjung.

Referensi: 
Jespersen, N.D., J. E. Brady, & A. Hyslop . 2012. Chemistry: The Molecular Nature of Matter 6th Edition. Wiley Pub.: USA

0 comments:

Post a Comment

If you want to be notified that I've answered your comment, please leave your email address. Your comment will be moderated, it will appear after being approved. Thanks.
(Jika Anda ingin diberitahu bahwa saya telah menjawab komentar Anda, tolong berikan alamat email Anda. Komentar anda akan dimoderasi, akan muncul setelah disetujui. Terima kasih.)