Monday, March 5, 2012

Sesat Pikir



Menurut saya, beberapa orang yang ada sekarang ini banyak yang sesat pikir. Mereka dengan mudah menarik kesimpulan suatu premis tanpa mengkaji lagi apakah benar kesimpulan yang telah diambil itu. Cobalah pahami beberapa premis berikut ini:

Kalau ada yang mencuri maka harus dihukum
Ada yang harus dihukum
Jadi ada yang mencuri

Padahal dalam kenyataannya tidak semua yang dihukum itu karena mencuri, bisa saja karena korupsi, melakukan pembunuhan, atau perilaku kriminal lainnya.

Tidakkah anda para pembaca sering menemukan teman atau kerabat anda yang sesat pikir? Saya rasa anda akan menjawab belum atau tidak tahu. Saya bisa memberikan contoh bagaimana mereka bisa sesat pikir dalam kehidupan anda. Pernahkah ada orang yang berteman dengan anda, kemudian ketika suatu saat anda tidak menjawab sms teman anda, kemudian teman anda berkesimpulan bahwa anda sedang marah padanya? Bisa saja mungkin karena anda sedang tidak punya pulsa sehingga tidak bisa menjawab smsnya, atau mungkin anda sedang berada dalam suatu pertemuan yang tidak memungkinkan anda untuk tidak menjawab sms darinya. Dari situ kita bisa menemukan di mana letak sesat pikir dari teman anda itu:

Kalau anda tidak menjawab sms maka anda marah
anda marah
Jadi anda tidak menjawab sms

Saya rasa, sesat pikir yang saya maksud sudah jelas. Saya menulis topik ini berdasarkan sudut pandang saya. Jadi, mohon maaf apabila ada salah kata. Saya hanya ingin agar orang-orang yang berada di sekitar saya tidak langsung begitu saja berkesimpulan tentang saya mengenai hal-hal yang sebenarnya belum tentu benar ada dalam diri saya. Terima kasih atas kunjungannya ^^
Posted on by Nurul Fajry Maulida | No comments

0 comments:

Post a Comment

If you want to be notified that I've answered your comment, please leave your email address. Your comment will be moderated, it will appear after being approved. Thanks.
(Jika Anda ingin diberitahu bahwa saya telah menjawab komentar Anda, tolong berikan alamat email Anda. Komentar anda akan dimoderasi, akan muncul setelah disetujui. Terima kasih.)