Thursday, September 29, 2022

When she is sleeping

Not brave enough to face the dark. How could I spend the night with those overthinking in my head. Fear, sadness, worries, all mix together in one pot. Will I be alright tonight? What other nightmares will pop up? 

Silly...

How come I couldn't do something easy. Doesn't sleeping just need to close the eyes? What happened with myself... or actually my mental(?) 

I told about my sleeping concern with my Dad. Since being left by my Mom, going through every night was not easy. Sadly, he never want to accompany. Being just 2 of us, the quiet night feels so real. 

"Go pick her up", my dad shouted while pointing to a weak little cat with black and white fur. I was reminded with my late cat that I named him "Iput" (Item Putih) to resemble his black and white colored fur as well. After the losing of my beloved pet long ago, I swore not to have pets anymore so I don't need to experience the feeling of loss which was very painful. 

***

I was hesitate for the first time, but curious to know her feeling. I started to offer her a meal. She grabbed it weakly.


She is the daughter of my nephew's cat, so it was illegal to pick her up without permission. In brief, I ask my sister's kindness to trust me taking care of her. Happily she approved. 

The nights now are not an issue any more. She erased my fear and made me occupied with her. Now, my favorite is watching her sleeping.










But once she wakes up, she brutally bites meeee T.T #huh


Now I learn to accept the feeling of loss, that's how life works. Having then losing. It should rotate more than one cycle. What I have been doing so far was stopping after one cycle and afraid of starting to have something new just because afraid of the losing. Therefore, I learn that the essence of life is to undergo what has been designed and accept everything with great acceptance

If in the future I lose her, I should not stop loving cats, because that's how I appreciate her legacy. Her legacy should be the message to keep loving them, do not stop until her :')
Posted on by Nurul Fajry Maulida | No comments

Thursday, September 22, 2022

Relapsing


Mom...


This empty feeling keeps relapsing. 

Questioning how I live my life. 

Thinking what to do tomorrow.

Wondering why I should do these things.


When you were here,

I never felt tired.

I am always on fire.

Because all is about you, for you.


But now without you,

I easily feel exhausted,

Like the days are no meaning,

no purpose.



Mom...


What should I do now?

Should I cry for help?

Seeking for happiness?

Why does it sounds hard for now?


I know I am escaping,

which is the only thing I can do for now,

even though the happiness is just a momentary.

The empty feeling stays longer than the bliss.


They said I should do my hobbies.

She said I need to move forward.

But, those saying are not as easy as flipping your hand.

Should you be in my position to understand my situation?


Anyway, 

as I am trying to move,

again, 

the missing feeling keeps relapsing


I guess,

I should meet you and hug you again.

That's my wild mind

But for real, I ask Him to hug you and protect you in His good place.


See you Mom at the time when He decides us to meet again :')

Hope He sends me the way how to live my life before meeting you,

somehow...

in any ways :)

Posted on by Nurul Fajry Maulida | No comments

Sunday, August 28, 2022

Penilaian Patentabilitas: (2) Langkah Inventif (Inventive Step) Bagian 1

Setelah membahas terkait kebaruan (novelty), kini saatnya kita membahas aspek patentabilitas kedua, yaitu langkah inventif (inventive step). Apakah yang dimaksud dengan langkah inventif? 

Berdasarkan UU No. 13 Tahun 2016 pasal 7, invensi dianggap mengandung langkah invnetif apabila bagi seseorang yang mempunyai keahlian tertentu di bidang tekniknya merupakan suatu hal yang tidak dapat diduga sebelumnya. Dengan demikian yang dimaksud dengan langkah inventif adalah terkait dengan apakah invensi tersebut dapat atau tidak dapat diduga, jika tidak dapat diduga maka memiliki langkah inventif, sebaiknya jika dapat diduga maka tidak memiliki langkah inventif. 

Sebagai gambaran, seorang ahli di bidang kimia sintesis, mengetahui bahwa paracetamol dapat dibuat dengan langkah 1, 2, atau 3 secara umum, dan kemudian memprediksi di masa depan dapat menggunakan langkah 4. Suatu ketika, seorang saintis di bidang yang sama menemukan suatu langkah baru, yaitu langkah 5 yang tidak terprediksi atau tidak diduga sama sekali oleh ahli yang sama di bidangnya, sehingga invensi dengan langkah 5 ini dinilai memiliki langkah inventif.

Contoh invensi yang dianggap tidak memiliki langkah inventif adalah Jembatan Golden Gate. Sebelumnya, perlu diketahui bahwa jembatan tersebut adalah suatu prestasi yang luar biasa dari segi teknis, namun tidak dapat diberi paten karena dinilai tidak memiliki langkah inventif setelah diketahui bahwa prinsip pembangunannya secara teknis telah diketahui dan dapat diduga secara umum atau merupakan suatu teknis dari pengetahuan umum. Oleh karena itu, suatu teknik yang baik belum tentu memiliki langkah inventif, tergantung apakah merupakan suatu langkah yang dapat diduga atau tidak. 

Dapat kita simpulkan, apabila kita membicarakan mengenai "langkah inventif", terdapat kata-kata kunci sebagai berikut:

  • tidak dapat diduga
  • tidak dapat diprediksi
  • hal yang berkaitan dengan kejeniusan
  • hasil pikir out of the box
  • suatu sinergi yang tak terduga

Bagaimana menilai suatu langkah inventif? Pemeriksa dapat menilai dari dokumen pembanding. Terkadang di dalam dokumen pembanding, penulis menuliskan tantangan di masa depan dan perkiraan solusi yang mungkin, sehingga sudah ada dugaan atau prediksi bagaimana mengatasi masalahnya. Apabila invensi yang dimohonkan perlindungan patennya memiliki ruang lingkup yang sama dengan dugaan yang sudah dibicarakan di dokumen pembanding, maka dokumen pembanding tersebut dinilai mengantisipasi/membatalkan langkah inventif dari permohonan paten tersebut. 

Oleh karena itu, penting untuk melakukan penelusuran dokumen-dokumen pembanding yang relevan untuk menilai langkah inventif. Jika tidak ada dokumen yang membicarakan invensi tersebut dan tidak ada satu pun atau dari kombinasi dari dokumen pembanding yang menduga invensi tersebut, maka dapat dinilai memililiki langkah inventif. 

Selain melihat dari dokumen pembanding, langkah inventif juga dapat dinilai menggunakan pertimbangan sekunder, antara lain:

  • kesuksesan secara komersial
  • memenuhi/memuaskan kebutuhan yang dari lama diinginkan
  • adanya kegagalan-kegagalan yang telah dialami selama ini
  • memiliki hasil yang tidak dapat diduga
  • selalu berpikir bahwa A+B = C, kemudian memperoleh hasil yang berbeda yaitu A+B = D, sehingga tidak terduga
Kesuksesan secara komersial dalam arti, ternyata invensi tersebut berhasil dipasarkan dan memperoleh keuntungan yang luar biasa, artinya adanya invensi tersebut bermanfaat dan merupakan suatu hal yang telah dinanti-nanti sejak dulu, atau merupakan suatu kebutuhan yang sudah lama diinginkan, sehingga invensi tersebut seperti suatu jawaban. Bisa jadi dalam perjalanannya, para inventor sudah mencoba mencarikan solusinya, namun kebanyakan mengalami kegagalan. 

Terdapat suatu kasus yang menarik ketika membahas penilaian langkah inventif, yang dinamakan dengan kasus Windsurfing. Sebelumnya, sudah tau apa yang dimaksud dengan windsurfing? Windsurfing adalah suatu olaharaga air yang memainkan papan selancar dengan menggerakkan layar.





Pada mulanya, seorang insinyur bernama Chilver menemukan windsurfing pada tahun 1958, yang membuat layar dengan papan yang didorong oleh sistem free-sail. Beliau menciptakan dan mempertahankan invensinya selama 25 tahun. Beliau menjadikan Pulau Hayling sebagai pusat windsurfing agar dikenal sebagai tempat dimana windsurfing ditemukan dan dimana beliau tumbuh besar.

Kemudian Chilver muncul di tengah-tengah kasus pelanggaran paten oleh Windsurfing International, Inc. yang diajukan oleh Tabur Marine, kompetitornya. Tabur Marine memperdebatkan keabsahan paten  Windsurfing International, Inc. dan membawa bukti bahwa paten tersebut telah ditemukan terlebih dahulu oleh Chilver 10 tahun sebelum Windsurfing International, Inc. Meskipun penemuan Chilver berbeda dalam beberapa hal dari Windsurfer International. Penemuannya Chilver memiliki semua elemen yang ada pada Windsurfer modern. Oleh karena itu pengadilan memenangkan Tabur Marine.

Kasus ini kemudian menjadi acuan dalam penilaian langkah inventif sehingga disebut sebagai Windsurfer Test.

Windsurfing mengatur pendekatan empat poin untuk membandingkan invensi dengan dokumen pembanding apabila invensi dapat diduga pada orang yang ahli di bidangnya. Empat langkah pendekatan Windsurfing antara lain:
  1. Mengidentifikasi konsep inventif yang diwujudkan dalam paten.
  2. Mengidentifikasi orang yang ahli di bidangnya dan pengetahuan umum yang relevan.
  3. Mengidentifikasi perbedaan apa yang ada antara dokumen pembanding dan invensi; apabila ada; dan
  4. Melihat tanpa pengetahuan dari invensi yang diklaim yang diduga, apakah perbedaan tersebut menyusun langkah yang dapat diduga pada orang yang ahli di bidangnya?
Terdapat kesulitan apabila menggunakan pendekatan windsurfing, yaitu melihat ke belakang (hindsight). Tentunya ketika akan menilai suatu permohonan paten, pemeriksa akan menilai apakah invensi tersebut sesuatu yang dapat diduga atau tidak. Cara melihatnya tentunya adalah memposisikan diri berada di masa lampau sebelum mengetahui adanya invensi ini. Apakah ketika kita berada di masa lampau tersebut dapat sampai pada gagasan ini. Jika dapat sampai pada gagasan tersebut dengan pengetahuan di masa lampau maka invensi yang dimohonkan perlindungannya saat ini dapat diduga. Begitu pun sebaliknya. 

Berhubung memposisikan diri sendiri di masa lampau sementara telah mengetahui invensi yang dimohonkan perlindungannya saat ini, menjadikan posisi diri sendiri menjadi bias. Ketika ingin melihat ke belakang, tetapi sudah mengetahui arah invensinya, dapat saja diri sendiri menganggap bahwa invensi tersebut dapat diduga. Lain halnya jika yang menilai adalah orang yang ahli di bidangnya dan belum mengetahui invensi yang diklaim saat ini. Orang tersebut dapat menilai dengan jujur tanpa gangguan sehingga penilaiannya lebih objektif, tidak ada bias. Inilah kesulitan hindsight atau melihat ke belakang yang dimaksud. Kesulitan untuk menceraikan diri sendiri dari pengetahuan perkembangan terkini dan pengetahuan dari invensi. 

Dengan demikian dibutuhkan PHOSITA (Person Having Ordinary Skill in The Art) atau orang yang ahli di bidangnya secara normal tetapi tidak imajinatif. Atau juga dapat mengacu pada seorang peneliti yang rajin yang dapat mengetahui pengetahuan yang umum tetapi tidak mengetahui segalanya pada dokumen pembanding. Orang ini cenderung untuk memiliki ketertarikan secara praktis dalam inti invensi, dianggap tidak imajinatif dan tidak inventif tetapi memiliki tingkat intelijensia yang cukup di bidangnya. Komisi banding paten berpendapat bahwa perlu untuk dapat mengidentifikasi seseorang dalam pengertian PHOSITA ini. 

Berdasarkan penjelasan di atas, penilaian langkah inventif dapat dilakukan dengan memecahkan suatu invensi ke dalam suatu fitur komponen secara khusus, memecahnya ke dalam bagian-bagian berupa langkah metode atau bagian peralatan, kemudian menunjukkan bagian mana dari dokumen pembanding yang mengajarkan masing-masing dari fitur/bagian dari invensi. Sambil melihat ke belakang, melihat sebelum adanya invensi ini, bagaimana kita akan menyelesaikan masalah yang sama, apakah sampai pada invensi yang sedang diklaim atau tidak. Jika sampai pada invensi yang sedang diklaim maka dapat diduga (dinilai tidak memiliki langkah inventif), jika tidak sampai pada invensi yang diklaim maka tidak dapat diduga sehingga dapat dinilai memiliki langkah inventif.

Selanjutnya mari kita bahas penilaian langkah inventif di beberapa negara di postingan berikutnya.

Demikian untuk postingan kali ini, mohon maaf apabila terdapat kesalahan. Semoga kurang lebihnya dapat bermanfaat. Terima kasih sudah berkunjung!
Posted on by Nurul Fajry Maulida | No comments

Tuesday, August 2, 2022

Penilaian Patentabilitas: (1) Kebaruan (Novelty)

Sebelumnya, mari kita mengingat terkait definisi paten, sebagaimana paten adalah suatu hak yang diberikan dan bersifat teritorial untuk mencegah orang lain dari membuat, menggunakan atau menjual suatu produk serta merupakan suatu pemberian dari pemerintah untuk monopoli dalam waktu yang terbatas terhadap suatu invensi yang teridentifikasi dengan tukarannya kepada pemerintah, pemerintah diperbolehkan untuk memperoleh uraian bagaimana membuat dan atau praktik dari invensi yang teridentifikasi tersebut sehingga ke depannya dapat mendorong perkembangan ilmu pengetahuan. Dengan demikian, tidak sembarangan suatu invensi dapat diberi paten. 

Disebutkan bahwa paten merupakan suatu hak yang bersifat teritorial karena memang perlindungannya hanya berlaku pada negara di mana paten tersebut dimintakan perlindungannya. Oleh karena itu, jika ingin mematenkan suatu invensi pada banyak negara, maka tiap-tiap negara yang diinginkan untuk dilindungi invensinya harus diajukan permohonannya. Selain itu, perlu diketahui bahwa tiap negara memiliki peraturan perundang-undangannya sendiri, antarnegara dapat berbeda ketentuannya. Meskipun demikian, biasanya, secara garis besar suatu negara mengikuti peraturan-peraturan yang sama, karena mengikuti ketentuan kantor paten Eropa (European Patent Office, EPO) atau Amerika Serikat (United State Patent and Trademark Office, USPTO), perbedaan hanya pada satu atau dua hal saja.

Sebagai contoh, untuk penggunaan medis kedua, kantor paten Eropa membolehkan format penulisan "...compound or substance X for use in treating disease Y...", tetapi di Indonesia berdasarkan Petunjuk Teknis Pemeriksaan Substantif Paten tahun 2019, format penulisan yang disetujui adalah "...compound/composition/formulation X which is used for treating disease Y...". Berbeda lagi dengan Kantor paten Jepang (Japan Patent Office, JPO), "...a pharmaceutical composition or formulation for the treatment of disease X, said composition or formulation comprising compound Y".[1]

Sementara kaitannya peraturan mengenai inti invensi (subject matter) apa yang dapat diberi paten, pada umumnya di tiap negara sama, yaitu memiliki 3 kriteria utama yang harus dipenuhi yaitu, kebaruan (novelty), langkah inventif (inventive step), dan keterterapan dalam industri (industrial applicability).  Dalam tulisan kali ini, mari kita fokus membahas penilaian terkait kebaruan saja, sementara dua unsur lainnya, akan dibahas pada postingan selanjutnya. 

Sebelum membahas lebih lanjut terkait kebaruan, perlu diketahui apa hal-hal apa saja yang dapat diberi paten. Di kantor paten Singapura (Intellectual Property Office of Singapore, IPOS) pada pasal 13(2) Singapura, dicantumkan lebih detail apa saja yang tidak termasuk ke dalam suatu invensi, yaitu penemuan, teori saintifik, metode matematika, sastra, drama, musik atau pekerjaan artistik, skema, peraturan atau metode untuk melakukan tindakan mental, bermain game, mengerjakan bisnis, program untuk komputer, atau presentasi dari informasi. Yang mana hal ini juga disebutkan dalam peraturan di Indonesia yaitu pada pasal 4 UU No. 13 Tahun 2016 tentang Paten yang berbunyi:

"Invensi tidak mencakup:

a. kreasi estetika;

b. skema;

c. aturan dan metode untuk melakukan kegiatan:

    1. yang melibatkan kegiatan mental;

    2. permainan; dan

    3. bisnis.

d. aturan dan metode yang hanya berisi program komputer;;

e. presentasi mengenai suatu informasi; dan

f. temuan (discovery) berupa:

    1. penggunaan baru untuk produk yang sudah ada dan/atau dikenal; dan/atau

    2. bentuk baru dari senyawa yang sudah ada yang tidak menghasilkan peningkatan khasiat bermakna dan terdapat perbedaan struktur kimia terkait yang sudah diketahui dari senyawa."

Meskipun, suatu hal dapat dimasukkan ke dalam definisi invensi, tetapi pada peraturan di Indonesia, utamanya berdasarkan pasal 9 UU No. 13/2016, terdapat kategori invensi yang tidak dapat diberi paten, yaitu:

  1. proses atau produk yang pengumuman, penggunaan, atau pelaksanaannya bertentangan dengan peraturan perundang-undangan, agama, ketertiban umum, atau kesusilaan;
  2. metode pemeriksaan, perawatan, pengobatan dan/atau pembedahan yang diterapkan terhadap manusia dan/atau hewan;
  3. teori dan metode di bidang ilmu pengetahuan dan matematika;
  4. makhluk hidup, kecuali jasad renik; atau 
  5. proses biologis yang esensial untuk memproduksi tanaman atau hewan; kecuali proses nonbiologis atau proses mikrobiologis.

Pada tahun 1996, pasal 13(1) dan 13(5) Singapura meninggalkan pertanyaan, "apakah inti invensi yang dapat diberi paten" secara tidak pasti.

Dapat berupa yang sesuai dengan TRIPS (The Agreement on Trade-Related Aspects of Intellectual Property Rights), dimana inti invensi yang dapat diberi paten mengecualikan metode pengobatan medis, tanaman dan hewan serta proses biologis untuk produksinya. 

Yang paling dapat dipahami adalah kata invensi pada pasal 13(1)(a) bahwa "invensi adalah baru".

Tambahan dari  Merck & Co. v. Pharmaforte Singapore Pte Ltd, bahwa invensi tidak dapat meliputi suatu penemuan (discovery).

Lebih lanjut berdasarkan Pedoman Pemeriksaan IPOS, pada bagian 8.13, dalam menentukan apakah suatu inti invensi yang diklaim adalah suatu invensi, Pemeriksa harus memperhitungkan isi dari klaim, dengan meliputi pertimbangan kontribusi nyata yang dibuat oleh inti invensi yang diklaim terhadap pengetahuan manusia. Selain itu, Pemeriksa juga menilai terkait masalah yang akan diselesaikan, bagaimana inti invensi yang diklaim bekerja, dan apa saja keuntungannya. Penilaian juga penting dilakukan oleh ahli di bidangnya berdasarkan pengetahuan umum yang dimilikinya.

Pengecualian terhadap inti invensi yang dapat dipatenkan kalau di Singapura dibagi menjadi 3 kategori, yaitu yang ditemukan di alam, tindakan mental, dan kebijakan publik. Segala sesuatu yang ditemukan di alam disebut penemuan (discovery) tidak dapat diklaim untuk paten. Sementara yang dimaksud dengan tindakan mental (mental act) adalah suatu strategi atau kumpulan peraturan yang mengorganisasi sumber internal dan eksternal dari informasi atau seluruh perilaku kognitif yang berbada dalam berbagai dimensi. Terakhir, kebijakan publik adalah yang melawan ketertiban umum, dan metode pengobatan terhadap manusia/hewan berdasarkan ketentuan pada TRIPS.

Ketiga hal tersebut adalah pengecualian yang berlaku di Singapura, sementara pada ketentuan umum secara global, pengecualian terhadap invensi yang dapat diberi paten, atau dalam kata lain hal-hal yang tidak dapat diberi paten antara lain program komputer, bahan genetik, metode bisnis, penemuan, teori saintifik, metode matematis, kreasi estetik, presentasi dari informasi, metode untuk mengerjakan tindakan mental, skema, peraturan, atau kegiatan bermain games.

Berdasarkan yang dijabarkan di atas, dapat dikelompokkan menjadi 3 kategori seperti yang di Singapura, yaitu (1) yang ditemukan di alam (penemuan, teori saintifik, metode matematis), (2) terkait tindakan metnal (program untuk komputer, metode mengerjakan tindakan mental, skema, peraturan dan bermain games, atau melakukan bisnis), (3) kebijakan publik (kreasi estetik, presentasi dari informasi).

Baiklah, langsung saja kita membahas kriteria patentabilitas pertama yaitu kebaruan (novelty).

Permohonan paten dianggap baru apabila tidak membentuk bagian dari status dari dokumen pembanding, yang artinya tidak boleh telah diungkapkan oleh dokumen-dokumen lainnya yang digunakan sebagai pembanding sebelumnya. Jadi, jika tidak ada dokumen sebelumnya yang mengungkapkan invensinya, maka permohonan paten dapat dianggap baru. 

Dokumen pembanding adalah materi apa pun yang tersedia di publik, mulai dari jurnal ilmiah, bahkan bisa berupa catatan kecil yang tersimpan di suatu perpustakaan, sehingga tidak dipersyaratkan harus tersedia secara luas. Yang penting tersedia, di mana pun. Keberadaannya saja sudah dapat digunakan untuk penilaian kebaruan. Apabila suatu dokumen disimpan sangat rahasia, tidak ada seorang pun yang tau, tidak bisa dijadikan sebagai dokumen pembanding. 

Karena sekali lagi kuncinya sebagai dokumen pembanding adalah tersedia secara publik, semua orang dapat mengaksesnya. Oleh karena itu, tingkat dari dokumen tidak lah penting, tidak harus berupa jurnal ilmiah dengan indeks sekian misalnya, dokumen apa pun, asalkan tersedia secara publik dapat dijadikan sebagai dokumen pembanding. Termasuk juga permohonan paten. Permohonan paten lainnya juga dapat dijadikan sebagai dokumen pembanding. 

Selain itu, dokumen dalam bahasa mati juga bisa digunakan. Bahasa mati atau dead language adalah bahasa yang sudah tidak ada yang menggunaannya sebagai bahasa utamanya, sudah tidak ada komunitas yang menggunakannya sebagai bahasa sehari-hari tetapi bukan berarti bahasa tersebut kemudian tidak dapat dipahami, bahasa tersebut masih terus bisa dipelajari. Contoh dari bahasa mati adalah bahasa Latin, meski sudah tidak ada yang menggunakannya sebagai bahasa sehari-hari, tetapi hingga kini orang masih menggunakannya untuk memahami buku teks yang berbahasa latin dalam mempelajari sejarah, medis, atau pengetahuan lainnya. 

Dokumen pembanding dapat tersedia di mana saja, tidak terbatas secara teritorial. Misalnya mengajukannya di Indonesia, dokumen pembanding yang ada di Eropa dapat dijadikan sebagai acuan. Dokumen pembanding juga dapat disampaikan dengan cara apa pun, baik deskripsi tertulis atau oral.  Selain itu, dokumen pembanding tersebut harus dipastikan terpublikasi lebih awal dari permohonan paten. Dokumen pembanding harus tersedia sebelum tanggal permohonan paten atau tanggal prioritasnya apabila mengajukan PCT.

Apa itu tanggal prioritas?

Tanggal prioritas adalah tanggal pengajuan efektif terawal. Ketika inventor mengajukan suatu permohonan patennya di berbagai negara, inventor dapat mengajukannya melalui PCT (Patent Cooperatin Treaty) sehingga mendapatkan tanggal prioritas. Sebagai contoh, tanggal prioritasnya adalah 1 Januari 2022 melalui PCT, ketika baru masuk pengajuannya ke Indonesia pada April 2022, tanggalnya mengikuti tanggal prioritas PCT, sehingga tetap 1 Januari 2022. Hal ini menguntungkan karena prinsip penilaian patentabilitas menganut first to file. Jadi, siapa pun yang mendaftarkan paling awal, yang paling berhak memperoleh paten.

Simulasinya apabila ada inventor lain dengan invensi yang sama yang masuk ke Indonesia pengajuannya pada tanggal 3 Februari 2022, yang akan diberi paten adalah yang memiliki tanggal prioritas 1 Januari 2022, meskipun baru masuknya pada April 2022. 

Namun, tanggal prioritas memiliki batas waktu selama 12 bulan, artinya jika dalam 12 bulan tanggal prioritas tidak ada pengajuan, maka tanggal prioritas tidak dapat digunakan. 

Dokumen pembanding dapat mengantisipasi kebaruan suatu klaim yang dimohonkan perlindungannya. Mengantisipasi artinya menggagalkan kebaruan klaim yang dimohonkan tersebut. Sebagai analogi, ibaratnya ada 2 kunci yang harus dimiliki agar bisa mengantisipasi yaitu (1) memiliki arah yang jelas, dan (2) destsinasi yang sudah diprediksi dengan tepat. Contohnya saja suatu penunjuk jalan, sudah tertulis dengan jelas bahwa kertajati majalengka sumedang 500 meter lagi dan ambil kiri, tetapi petunjuk ini harus benar-benar menunjukkan destinasi yang tepat, bukan asal tunjuk. Inventor yang sebelumnya harus benar-benar menunjukkan bahwa telah menancapkan benderanya pada area yang diklaim dengan tepat sebelum klaim yang dimohonkan ini. 

Sumber Gambar: Google

Terkait penilaian kebaruan, terdapat suatu kasus yang dijadikan sebagai acuan pemecahan masalah penilaian kebaruan, yaitu kasus Windsurfing International Inc. v Tabur Marine

Apabila suatu permohonan paten memiliki tanggal prioritas yang lebih dahulu dari klaim yang dimohonkan, maka juga dapat dijadikan sebagai dokumen pembanding, meski belum dipublikasikan ke publik. Mengapa belum dipublikasikan? Karena terkait dengan persyaratan invensi yang dimohonkan perlindungannya untuk tidak dipublikasikan sebelum pengajuannya. 

Terakhir, penggunaan medis pertama bukan merupakan dokumen pembanding terhadap penggunaan medis kedua. 

Siapa yang dapat melakukan penilaian kebaruan? Yaitu orang yang ahli di bidangnya, yang memiliki pengetahuan umum dari inti invensi yang menjadi pertanyaan. Penilaiannya sebagai kesimpulan, menilai apakah dokumen dokumen pembanding menyediakan orang yang ahli di bidangnya suatu arah yang jelas dan tanpa masalah terhadap invensi. Apabila iya, maka dokumen tersebut mengantisipasi klaim yang dimohonkan, permohonan paten ditolak karena dianggap tidak baru. Jika tidak, maka penilaian patentabilitas dapat dilanjutkan ke langkah inventif.

Pembahasan mengena penilaian langkah inventif akan dibahas pada postingan berikutnya.

Terima kasih sudah berkunjung, mohon maaf apabila terdapat kesalahan, semoga dapat bermanfaat. Salam sehat selalu :)


Referensi:

[1] https://www.lexology.com/library/detail.aspx?g=0bd9857f-3a77-4256-992f-d4aa9d445952


Posted on by Nurul Fajry Maulida | No comments

How to make Indonesian Rendang

I have experienced failure for several times when making Indonesian Rendang, so before I forgot the successful recipe and tips to make it, I wrote it down here. 

The ingredients are as follow:
1 kg of beef
20 pcs of shallots
15 pcs of garlics
3 cm of ginger
5 pcs of nutmeg
1 cm of turmeric
10 pcs of red chilies
2 rods of lemongrass
3 sheets of bay leaves
3 sheets of orange leave
1 liter of coconut milks derived from 2 coconut fruits
1 Beef flavoring (I prefer Royco)
1 Bamboo Rendang instant (optional)


Procedures:
  1. Cut the beef into desired size, stir fry in a frying pan with a few of sliced shallots, sliced garlics,  crushed ginger, and sufficient salt.
  2. Add more water to cook the beef, leave if for 30-60 minutes.
  3. While waiting for the beef, prepare the spices by blending the red chilies, shallots, garlics, nutmeg, and turmeric.
  4. In different frying pan, pour the blend no. 3 without oil to let the water content to evaporate. After that, you can add the oil for frying it. 
  5. Put the crushed lemongrass, bay leaves, and orange leaves into the blend no. 4.
  6. Add all mixture in no. 2 to no. 5.
  7. Add bamboo rendang instant, coconut milks, and flavorings.  
  8. Keep stirring for every 10 minutes, don't let it burn.
  9. If the meat is still hard, add more water.
  10. Rendang is finished, when the texture is already meet the  standard by letting the water to evaporate with no more water addition. 



Tips from what I have learnt from the failures:
  • Keep stirring it, avoid being burnt, because burnt will cause bitter taste for the final taste of Rendang which is undesired. You can stir every 10 minutes. Do not leave it for too long, I have experienced leaving it for just 30 minutes, and it is burnt already even though I have set the fire at the lowest.
  • Use coconut milk from its fruit, not from instant coconut milk to get exact texture of Rendang, when I experienced using instant coconut milk in powder form, I couldn't get the proper texture. 
  • Make sure to use red chilies, not the dried one, also to get the proper texture.

I think that's all, if you would like to share your own favorite recipe, please don't hesitate to let me know!
Posted on by Nurul Fajry Maulida | No comments

Tuesday, July 26, 2022

Segera Cek HbA1c: Untukmu Keturunan Diabetes

Mungkin pembaca sudah tahu terdapat alat untuk mengukur kadar gula darah yang disebut glukometer, yang dilakukan dengan cara ditusuk permukaan jarinya hingga keluar darah, lalu darah diteteskan pada area pengukuran, kemudian angka hasil pembacaan akan keluar di layar glukometer, seperti gambar di bawah. 

[Sumber Gambar: google]

Kadar gula darah normal menggunakan glukometer adalah sebagai berikut:

  • sebelum makan atau setelah bangun tidur setelah puasa semalaman atau setidaknya 8 jam adalah 70-100 mg/dL.
  • 2 jam setelah makan: kurang dari 140 mg/dL
  • Pemeriksaan gula darah sewaktu (tidak memperhitungkan apakah setelah puasa atau 2 jam setelah makan, bisa saja sesaat setelah makan): 200 mg/dL

Mengapa parameter gula darah berbeda-beda ketika situasi pengukuran berbeda? Tentu hal ini dipengaruhi ada atau tidaknya makanan, apabila terdapat makanan, artinya ada tambahan gula, sehingga jelas kadar gula darah sewaktu adalah normal jika mencapai 200 mg/dL karena barang kali baru saja makan, sehingga lebih banyak dari pada gula darah setelah bangun tidur atau puasa semalaman. Artinya, apabila pemeriksaan dilakukan setelah bangun tidur dan kemudian terbaca gula darah lebih dari 200 mg/dL menjadi tidak normal. Jika kadar gula darah tidak normal dan telah berlangsung lama, dapat dipastikan terkena diabetes. 

Apakah pemeriksaan gula darah menggunakan glukometer akurat? Glukometer bisa dijadikan alat ukur yang akurat bagi pasien diabetes dalam memantau gula darahnya. Namun, perlu diketahui adanya metode pengukuran yang lebih akurat dan lebih sensitif, yaitu pengukuran HbA1c.

Apa itu pengukuran HbA1c? Adalah pengukuran yang dilakukan untuk mengetahui glukosa (gula) yang berikatan dengan hemoglobin. Mengapa adanya glukosa yang berikatan dengan hemoglobin menjadi masalah? Karena pada dasarnya hemoglobin berfungsi untuk mengikat oksigen. Oksigen tersebut diperlukan oleh sel-sel tubuh. Adanya glukosa yang berlebih dalam darah, mendesak ikatan hemoglobin dengan oksigen. Akibatnya sel-sel tubuh kekurangan oksigen. Apabila sel-sel tubuh kekurangan oksigen salah satunya yang terasa adalah nyeri, bagi pasien diabetes, rasa nyeri yang terjadi secara sering menyebabkan kesemutan yang tidak nyaman salah satunya sebagai contoh. 

Parameter HbA1c adalah sebagai berikut:
  • normal: kurang dari 5,7
  • prediabetes: 5,7-6,4
  • diabetes: lebih dari 6,5
Apa itu prediabetes? Suatu kondisi pasien sebelum terkena diabetes, yang bisa dianggap sebagai suatu peringatan, apabila tidak ada perubahan gaya hidup, pasien tersebut dapat berlanjut naik terkena diabetes.

Mengapa pengukuran HbA1c lebih akurat dibandingkan dengan glukometer? Karena HbA1c mengukur rata-rata darah yang berikatan dengan glukosa selama 3 bulan terakhir, bukan setelah bangun tidur, setelah 2 jam makan, atau sewaktu. Artinya hasil yang diperoleh berdasarkan data yang lebih kaya sehingga lebih bisa digunakan untuk diagnosis apakah pasien terkena diabetes atau tidak. 

Bahkan, ada kasus dimana dengan glukometer, gula darah pasien tampak normal, tetapi ketika diukur HbA1c-nya bisa masuk ke kriteria prediabetes. Inilah yang sering terjadi pada keluarga yang memiliki faktor risiko keturunan diabetes. Merasa aman karena pengukuran dengan glukometer tampak normal, padahal belum tentu dengan HbA1c-nya. Semisal dengan HbA1c-nya prediabetes, hasil pengukuran ini bisa dijadikan acuan untuk melakukan pencegahan, gaya hidup yang buruk perlu segera dihentikan, agar tidak menjadi lebih parah.

Dengan melakukan perubahan gaya hidup, pasien yang prediabetes ada kemungkinan untuk kembali normal lagi. Lain halnya jika sudah terkena diabetes, agak sulit. Hal inilah mengapa penting bagi seseorang dengan faktor risiko keturunan diabetes untuk segera memeriksakan HbA1c-nya. Agar dapat dilakukan pencegahan, sebelum terlambat. 

Kapan sebaiknya melakukan pemeriksaan? Diabetes ada kaitannya dengan berat badan yang berlebihan, ketika berat berlebih berlangsung lama, ada kemungkinan terjadi penumpukan glukosa dalam darah dan sebagian lainnya berikatan dengan hemoglobin, sehingga ada kemungkinan pula HbA1c-nya kian meningkat. Jadi, waspadalah jika memiliki berat badan berlebih dan memiliki faktor risiko keturunan diabetes. 

Jangan menunggu tua baru melakukan pemeriksaan, pada kenyataannya pada zaman sekarang, anak muda juga bisa terdiagnosis prediabetes. Bahkan, teman saya sendiri. Bersyukurnya teman saya melakukan pemeriksaan HbA1c segera. Dengan mengetahui hal tersebut, beliau  berusaha dengan keras menurunkan berat badan, merubah pola makan, serta berolahraga yang rutin. Hal tersebut dilakukan secara konsisten dengan komitmen yang tinggi. Hingga  akhirnya di satu tahun kemudian, berat badan telah turun banyak, sudah lebih ramping, dan ketika memeriksakan HbA1c lagi, sudah normal kembali. Ketika sudah normal, tentunya harus dijaga, jangan lagi kembali ke prediabetes. 

Pembaca, demikianlah pentingnya pemeriksaan HbA1c segera, karena diabetes tidak hanya mengenai orang yang sudah tua saja, karena kaitannya erat dengan berat badan berlebih, anak muda yang memiliki berat badan berlebih serta berisiko terkena diabetes akibat faktor keturunan, tidak menutup kemungkinan terkena secara dini. Tujuannya lagi-lagi agar dapat dilakukan pencegahan sebelum terlambat. Kalau sudah diabetes, sulit untuk menjadi normal kembali, tetapi kalau prediabetes dan memiliki komitmen yang kuat, insya Allah bisa kembali normal. 

Sekian, mohon maaf apabila terdapat kesalahan, semoga bermanfaat :)

Posted on by Nurul Fajry Maulida | No comments

Sunday, July 24, 2022

Family Farm Adventure: A Game Review

Do you think playing games can be addictive? Yes I think so. I have experienced it. 

It was when I was in Junior High school I spent most of my free times by playing games either un computer or in phone. My phone at that time was Nokia N-Gage, featured with gamers friendly keyboard, so I felt comfortable, too comfortable until I was too much with phone. 

Since, life gets harder as my age older, so I quit playing games to focus studying. The reality is, life never gets easier, new challenges, new problem appears, so I never touch games again. 

Until lately, feeling stress is unavoidable. Not only about works, personal problems, business, and particularly Covid19 pandemics, made myself stressful. 

I tried to cope my stress by watching Korean drama, playing musical instrument, and recently, I started again playing games. It's not an easy decision. I need to make my self determined not to be addicted.

So I was really careful which games are safe to be played that will not make me addicted. If I am okay, I may recommend this game as well to you as a choice for you to play during your free time without any worries of addiction. 

I chose: Family Farm Adventure because of 3 reasons:

Firstly, the important one it does not make me addicted, because the main character is only be played if it has energy. So if it does not have energy, I stopped playing, I need to wait for more hours waiting until the energy full by the time. Of course, there is a way to get energy quick, by buying it online, while myself, I am determined not to spend money at all for games. So I chose to wait rather than to buy. So as the overview, I played for 15 minutes, then stop for 2 to 4 hours and play it again. I still can do my works, and in free time while having lunch or after work, I play. 

Secondly, it is not boring. It contains so many stories. Family farm is a game wherein the goal of the game is to gain money from farming so the main story is in a farm. 


Between that routine activities, the main character is invited to get into some stories. For example, brought into story in mermaid island, robot island, cowboy island, etc. 


There, the creators set some tasks and rewards if we are able to complete the task. The stories are so entertaining. What I didn't expect, after completing each story, the creator asks for feedbacks, so they can improve it, this is showing how  t he creators put efforts to satisfy the user, I really appreciate it. 

The last but not least, the graphic is so beautiful, I like the colors, the drawings, and the background, so detail. So while playing, my eyes are satisfied. 


In conclusion, Family farm adventure is recommended games that will not get you addicted because of the time setting is suitable for working persons that you can leave the game anytime, it contains entertaining stories, and beautiful graphics. 

Talking about addiction, even though you have set strategies, again it is about your self control. If you don't have the control, how good is your strategy, you may still fail and end up being addicted again, so firm yourself first before playing any games.

Sunday, July 17, 2022

Hal yang Caregiver Pasien Diabetes Mellitus (DM) Perlu Ketahui


Sedih rasanya mendengar kondisi kesehatan paman dari bapak makin memburuk. Belum lama paman dari bapak (adik bapak) didiagnosis terkena diabetes mellitus (DM). Berdasarkan pengamatanku dari keluarga ibu, paman-pamanku yang menderita DM usianya tidak lama. Didiagnosis terkena DM serasa 'hukuman mati' bagi mereka. Sudah 3 pamanku dari ibu meninggal tidak lama karena DM, adik dari bapak yang laki-laki yang bungsu juga meninggal karena DM tidak lama setelah mengetahui dirinya mengidap DM. Ibuku juga DM, tapi beliau sanggup bertahan dengan penyakitnya selama lebih dari 20 tahun dengan DM. 

Saya bertanya-tanya apa yang menyebabkan saudara laki-laki ibu dan bapakku begitu cepat tutup usia setelah memperoleh diagnosisnya. Kusimpulkan berdasarkan pengamatanku sendiri bahwa tidak adanya semangat untuk hidup. Inilah yang saya khawatirkan terhadap pamanku yang baru ini terdiagnosis diabetes. Tubuhnya kian kurus, tampak selalu lesu dan tidak bersemangat. 

Melalui tulisan kali ini, saya berharap, pembaca yang merupakan caregiver untuk pasien DM atau pun sekedar berkunjung untuk membaca tulisan ini, menjadi tahu bagaimana caranya mendampingi pasien DM.

Pembaca yang budiman, didiagnosis DM bukanlah akhir dari kehidupan. Beri tahu pasien DM tersebut, bahwa ada cara untuk dapat tetap hidup dengan berkualitas. Bantu ingatkan pasien, bahwa diagnosis ini harus diterima secara ikhlas, setelahnya ada gaya hidup baru yang harus diterapkan. DM bukanlah penyakit yang tidak ada obatnya, meski tidak menghilangkan penyakit itu selama-lamanya, pasien dapat hidup seperti biasa hanya saja berdampingan dengan DM seumur hidupnya. Tanamkan pada pikiran pasien bahwa pasien masih bisa beraktivitas seperti biasa, bekerja, memasak, mengerjakan hobinya, hanya saja ada syaratnya, yang akan kita bahas setelah ini. 

Ada empat tatalaksana utama dalam menangani pasien diabetes, yaitu pendekatan secara nonfarmakologi (tanpa obat), dengan obat, berolahraga, dan pemeriksaan gula darah secara rutin. 

Pertama adalah pendekatan tanpa obat, bukan berarti pasien tidak diberi obat, tetapi pendekatan ini adalah pendekatan yang bukan dengan obat, yaitu dengan mengganti kebiasaan masakan dan makanannya. Sebelum membahas lebih jauh, saya yakin pembaca mengetahui bahwa pasien DM memiliki gula di atas normal, akibat kelebihan gula yang dikonsumsinya. Oleh karena itu, tujuan dari tatalaksana agar pasien DM dapat tetap hidup berkualitas adalah dengan memastikan gula darah pasien DM berada dalam kisaran normal. 

Pada pasien DM, mengonsumsi nasi putih biasa, dapat menyebabkan gula darah meningkat drastis. Hal ini karena nasi putih apabila dicerna, akan terpecah menjadi glukosa-glukosa yang menyebabkan gula darah naik. Oleh karena itu, caregiver dapat membujuk pasien DM untuk mau mulai mengganti kebiasaan makan nasi putihnya dengan nasi merah. Nasi merah memiliki kadar glukosa yang rendah. Ibu saya setiap kali makan nasi putih 1 porsi, bisa naik hingga 100 mg/dl, ini belum ditambah dengan lauk pauk dan minuman yang dikonsumsinya dalam 1 hari, sehingga ketika tidak dijaga, gula darah ibu saya bisa berada dalam kisaran 300-500 mg/dl. Kadar gula darah normal adalah 70-130 mg/dl. 

Selain nasi putih, 1-2 sendok gula pasir biasa, juga bisa meningkatkan gula darah ibu saya sebanyak 100 mg/dl. Oleh karena itu, hindari membuatkan teh manis dengan gula pasir biasa. Ganti dengan gula substitusi, misalnya gula tropicana yang khusus untuk pasien DM. Pasien dapat tetap menikmati teh manis hangat tanpa perlu khawatir gula darah naik. 

Saat ini, sudah banyak produk-produk substitusi yang ramah pasien DM, seperti produk substitusi untuk santan, kecap, bahkan sirup juga dapat dinikmati oleh pasien DM, sehingga pasien DM tetap bisa menikmati semur, rendang, dan sirup dingin dengan tenang. 

Yang kedua, konsumsi obat-obatan yang diresepkan oleh dokter. Dalam hal ini, secara garis besar ada 2 macam obat DM, yang bekerja dengan menghambat penyerapan gula dan yang bekerja dengan menstimulasi pengeluaran insulin. Mengenai hal ini, saya bermaksud membicarakan DM tipe 2. Untuk yang belum tahu, ada 2 tipe DM, yaitu tipe 1 dan tipe 2. Bedanya, untuk DM tipe 1, pasien tidak dapat memproduksi insulin sama sekali, insulin adalah hormon yang bekerja untuk menghantarkan gula darah ke dalam sel-sel yang membutuhkan, agar gula tersebut dikonsumsi dan diubah menjadi energi. 

Pada pasien DM tipe 1, sama sekali tidak ada insulin, sebagai akibatnya, gula bertebaran di pembuluh darah, tidak dapat masuk ke dalam sel, tubuh menjadi lesu akibat tidak adanya energi yang dihasilkan. Hal inilah mengapa gula darah menjadi indikator penyakit DM. Ketika ada banyak gula dalam darah, artinya ada banyak yang tidak dapat masuk ke dalam sel, padahal sekali lagi, sel sangat membutuhkannya untuk memperoleh energi. Lalu bagaimana pasien DM tipe 1 dapat hidup? Yaitu bergantung dengan injeksi insulin dari luar tubuh. Saya menyaksikan sendiri, teman saya hingga saya menulis ini dapat hidup dengan DM tipe 1-nya. Beliau tidak pernah lepas dari injeksinya. Begitulah perjuangannya untuk tetap hidup. Semoga beliau dapat terus sehat dan tidak menyerah dengan penyakitnya. 

Sementara pasien DM tipe 2, insulin tetap diproduksi, namun terjadi kerusakan sebagian pada pankreasnya (organ yang menghasilkan insulin) sehingga kebutuhan insulin yang terpenuh tidak penuh, akibatnya, tidak semua gula dapat masuk ke dalam sel, hanya sebagian, sehingga pasien DM tipe 2 juga terlihat lesu akibat kurangnya energi dari gagalnya sebagian gula yang masuk ke dalam sel. Untuk pasien DM tipe 2, pengobatannya berbeda-beda tergantung tingkat keparahan. Dokter yang nantinya akan menilai.

Sebagai gambaran, untuk tingkat keparahan rendah, dokter mungkin hanya akan meresepkan obat golongan sulfonilurea, seperti glibenclamide. Obat golongan sulfonilurea bekerja dengan menstimulasi pankreas agar memproduksi insulin lagi, sehingga kebutuhan insulin tercukupi, gula darah menjadi normal kembali. 

Untuk tingkat keparahan menengah, dokter mungkin memberikan obat kombinasi, tidak hanya golongan sulfonilurea tetapi ditambah obat golongan Biguanide, yang bekerja dengan menghambat penyerapan glukosa, sehingga tidak semua gula masuk dan menumpuk di dalam darah. 

Selain kurangnya energi dan membuat pasien tampak lesu, tingginya gula darah juga dapat menyebabkan blokade pada pembuluh darah dekat sistem saraf, sehingga sel-sel saraf kekurangan pasokan energi yang akibatnya jika terjadi pada area kaki, akan menyebabkan pasien merasa kesemutan. Lebih parahnya lagi, pasien dapat kehilangan rasa sensitifnya pada area kaki. Sebagai akibatnya, pasien dapat secara tidak sadar menginjak benda tajam, sehingga menyebabkan luka. 

Berbicara tentang luka pada pasien DM, tidak bisa disamakan penanganannya dengan orang biasa yang sehat. Orang biasa yang sehat apabila terkena luka, diberi obat merah bisa cepat sembuh. Lain halnya dengan pasien DM, salah penanganan, hal yang terburuk dapat menyebabkan pasien DM diamputasi. Hal ini terjadi pada paman dan bibi saya. Paman saya diamputasi dari lutut ke bawah, bibi saya kelingkingnya. 

Mengapa luka DM sulit sembuh? Pada saat terjadi luka, pada orang biasa yang sehat, luka dapat segera ditutup karena sel darah putih, trombosit, dan seperangkat penutup luka bekerja dengan maksimal. Sementara pada pasien DM, pembuluh darahnya penuh dengan gula, apabila terjadi luka, sangat mudah berlanjut ke infeksi oleh bakteri, karena bakteri menyukai gula. Dan apabila terkena infeksi, pasien DM bukan hanya merasa nyeri tetapi juga dapat terkena demam. 

Sedikit menyimpang pembahasannya, apabila caregiver menemukan pasien DM mengalami demam, paling pertama yang bisa caregiver amati adalah kondisi fisiknya, apakah ada luka. Karena luka infeksi adalah penyebab yang paling sering menyebabkan pasien DM demam. Tanda-tanda infeksi ada 4 OR, KALOR, DOLOR, TUMOR, RUBOR. KALOR artinya panas, pasien mengalami demam, DOLOR artinya nyeri, pasien mengalami nyeri, TUMOR artinya ada pembengkakan di sekitar area infeksi, RUBOR artinya kemerahan pada area infeksinya. Apabila ditemukan 4 tanda infeksi ini, jelas pasien DM demam akibat luka infeksi. 

Luka infeksi tidak dapat disepelekan. Harus ditangani segera agar tidak berujung amputasi. Keputusan amputasi oleh dokter adalah karena ketika terjadi infeksi oleh bakteri, bakteri dapat menyebar ke dalam tubuh dan menyerang organ-organ lain yang tentu akan berakibat fatal dan dapat mengancam jiwa, sehingga keputusan terbaik yang diambil dokter adalah mengamputasi, sebelum hal yang lebih buruk terjadi. 

Alhamdulillah teknologi kian maju, kini sudah ada banyak jasa perawatan luka diabetes, sehingga pasien DM tidak perlu takut diamputasi. Setiap kali ibu saya ada luka, kami selalu buru-buru membawa ke spesialis luka diabetes, ditangani oleh perawat yang telaten, tentu tidak 1 kali kunjungan sembuh, butuh beberapa kali kunjungan dengan komitmen, hingga bisa benar-benar sembuh. Ibu saya pernah luka berat dan benar-benar bisa sembuh dengan telah menutup lukanya, sekitar 3 bulan, dengan komitmen hampir seminggu 3 kali kunjungan. Itulah mengapa pasien DM sangat membutuhkan dukungan dari caregiver dan keluarganya. Kami sekeluarga mempercayakan perawatan luka diabetes di RuMat (Rumah Perawat) Spesialis Luka Diabetes. 

Kembali lagi terkait pengobatan pasien DM tipe 2, untuk tingkat keparahan berat, pasien DM mungkin selain diberi kombinasi obat, juga ditambah dengan injeksi insulin, agar target kadar gula darah normal dapat dengan cepat tercapai. 

Yang ketiga adalah berolahraga. Dengan berolahraga, membantu pasien DM untuk mengkonsumsi gula darahnya sehingga gula dalam darah dapat menurun. Olahraga memicu tubuh untuk bekerja lebih keras dan tentu akan membuat pasien DM lebih bugar. Ketika berolahraga, pilihlah olahraga yang sesuai, pastikan menggunakan alas kaki yang nyaman. Berolahraga tanpa alas kaki berisiko terkena sesuatu yang tajam hingga menyebabkan luka. 

Yang terakhir adalah pemeriksaan gula darah secara mandiri dan rutin. Penting untuk memiliki alat periksa gula darah sendiri. Hal ini bertujuan untuk membantu penilaian caregiver dalam menentukan kondisi pasien DM, apakah kondisi pasien DM sedang mengalami gula darah tinggi atau gula darah rendah. Kedua kondisi tersebut berbahaya dan mengancam jiwa, serta penanganannya pun berbeda. Ketika gula darah tinggi, pasien dapat mengalami koma, pertolongan pertama yang dapat dilakukan adalah dengan memberikan injeksi insulin, atau obat-obatan yang sesuai resep dokter. Sementara ketika gula darah rendah jauh dari normal, pasien juga dapat mengalami koma, diawali dengan linglung dan tidak dapat merespons komunikasi dengan benar. Jika hal ini terjadi, caregiver dapat segera menyiapkan larutan gula, terdiri dari 2 sendok gula pasir dan air untuk melarutkannya, agar gula darah pasien DM dapat kembali normal dan pasien DM dapat kembali berinteraksi. Jika pertolongan pertama tidak bekerja, dapat segera dilarikan ke rumah sakit.

Di luar dari empat tatalaksana utama di atas. Pasien DM mungkin mengalami masa-masa bosan meminum obat, berhubung obat-obatan tersebut harus terus dikonsumsi seumur hidup. Yang dapat caregiver lakukan adalah terus memotivasinya, beri semangat, memang sulit, saya sendiri kadang juga tidak bisa memaksa, setidaknya sudah berusaha. Mungkin bisa dengan diingatkan, ketidaknyamanan yang dirasa apabila melewati konsumsi obat-obatan misalnya perasaan nyeri kesemuatan pada kaki dan semacamnya. 

Ada kalanya juga pasien DM merasa makan adalah penyebab utama gula darah naik sehingga memutuskan untuk menahan rasa lapar. Caregiver perlu mengingatkan bahwa pasien DM tetap perlu makan, karena apabila tidak makan, asam lambung akan naik, sehingga menahan lapar bukanlah solusi. Pasien DM tetap bisa makan, hanya saja tadi seperti yang dijelaskan di atas, ada beberapa hal yang harus diperhatikan. 

Kesimpulannya, pasien DM tetap dapat hidup berkualitas, asalkan dipantau makanannya, rutin konsumsi obat-obatannya, rajin berolahraga, dan selalu siap melakukan pemeriksaan gula darah secara mandiri serta melakukan penilaian sesuai dengan kondisinya. Dengan demikian, dear caregiver, beri semangat orang tua atau orang terdekatmu bahwa terkena DM bukanlah akhir, melainkan permulaan hidup dengan gaya yang lebih sehat agar tetap bisa menikmati hidup dengan berkualitas meski berdampingan dengan DM seumur hidup. Ibu saya adalah bukti bahwa beliau dapat berdampingan dengan DM lebih dari 20 tahun dengan berkualitas. Namun ajal adalah sesuatu yang lain, kehendak Yang Maha Kuasa yang kita sebagai caregiver tidak dapat mengelaknya. Setidaknya, kita sebagai caregiver dapat mengusahakan yang terbaik untuk yang tersayang.

Semoga dengan adanya perhatian, dukungan, dan bantuan dari caregiver, pasien DM dapat terus bersemangat untuk tetap hidup dengan berkualitas. Saya rasa, sekian untuk tulisan saya kali ini. Apabila ada kesalahan, mohon dimaafkan. Semoga catatan dari pengalaman saya ini dapat bermanfaat buat pembaca. Salam semangat dan sehat selalu!

Posted on by Nurul Fajry Maulida | No comments

Wednesday, June 22, 2022

A Letter for My Mom

How am I supposed to live without you Mom? 

I thought I have been strong so far, and it’s already almost your 100 days leaving us, and I just realize that I am still weak. I cried every time I remember your last day. I thought, it was just your ordinary day, I never think that it was your last hug for me. I miss you more than life. 

I felt relieved when you three times coming to my dream. You showed me how you are happy now there so I am happy for you too. I am also glad in your third visit in my dream, you hugged me and said that you love me. I love you 3000 Mom. 

Every time I think about you, I played “Runaway” Song by Aurora, so God can take me home where I belong (the home where you exist now Mom so we can get together again), I got no other place to go.

I felt empty without you Mom, you are my gasoline to run. Without you, I became insane and probably lost my soul. Every day I repeatedly write down on my note, what things today that can make me motivated to live. Until now I can not get the best answer, because it’s only you, you are my angel who kept me sane.

Mom, even though it seems like I can't wait to see you. For now, I am not confident yet whether I already have the ticket to meet you. How if I arrive in different destination, not in the same home like you. So, Mom, wait me until it’s my time, I will try to live with my best, because you are the reason.


Kindly, Al-Fatihah for my Mom, Ibunda Hj. Siti Muniroh binti H. Husein,


Bismillahir-rahmanir-rahim

Al-hamdu lillahi rabbil-'alamin

Ar-rahmanir-rahim

Maliki yaumid-din

Iyyaka na'budu wa iyyaka nasta'in

Ihdinas-siratal-mustaqim

Siratallazina an'amta 'alaihim gairil-magdubi 'alaihim wa lad-dallin



Posted on by Nurul Fajry Maulida | No comments

Friday, February 18, 2022

Literally, 'We Bought a Zoo'

Rosie approached her Dad who was in the kitchen at night. She whined about how again she had terrible bed time, 

"I couldn't sleep Daddy, their happyish is too loud." 

She drag her Dad's hand to follow her to the bedroom and showed him through the window. Their neighbors were having garden party and dancing under the sky. 

Poor Rosie and Dylan (her brother), both were grown up without the love from their Mom. Benjamin Mee, their Dad, was so busy with his adventurous works, no wonder they grew up messily. Dylan was always silent, when Dad only cared about Rosie, he expressed his feeling with his odd paintings. Too exceptional until the school was about to expel him for his brutal paintings of skulls and bloods that are not good to be seen and might give bad impacts to the school.

Long story short, Benjamin Mee decided to move out, so he could at least give a tiny of happiness for Rosie so she could have a better space for sleep. They bought a house with a zoo as a plus. 


Now I get it, the reason why the title is "We Bought a Zoo", because literally, they bought (a house plus) a zoo. 

The house was the only house with spacious yard, so Rosie doesn't bother to hear unnecessary 'loud' from neighbors. However, the former owner obliged the buyer to also buy the zoo (including to maintain his staff) that he has been looking after for so long and never wanted to shut it down. 

Seeing the smiles from Rosie when she pet the birds, Benjamin Mee could not say no. He approved whatever the requirement is. 

Nevertheless, the zoo was broken and needed to be renovated before re-open. Thus, for sure, he needed to spend much money. Recklessly, he didn't have enough money and was about to create a chaos as all the staff had already trusted him and if they knew he had no money,  they would feel him like a bullshit. The staff might think he made a fraud. 

Unexpectedly, when Mee almost gave up, while laying on the couch, wearing her wife's favorite grey hoodie, and putting his hand on the pocket, he found a letter. Her wife, generously, left him with a huge amount of money, because she knew him very well how adventurous he is but likely neglecting to plan financial matters, hence she might already predict that he would undergo this financial crisis in the future.

The zoo things, all had been almost resolved, yet his relationship with his son, were still bad. They were like cat and dog that always fight. Dylan preferred to do painting alone rather than in quarrel with his dad. While painting, Lily, the youngest staff in the zoo, around Dylan's age, frequently found him and shared her sandwich while watching him doing the painting. Lily looked amazed with his brutal painting when others felt annoyed. 

However, Dylan was slow to catch Lily's feeling. He, without feeling guilty, blabbered about his friends from his past school and how he missed them even though they never visited him since his moving. And he was excited to meet them and felt like he was going to leave Lily and chose his old friends than her who was currently accompanying him. Accordingly, Lily never appeared again in Dylan's painting spot. Dylan realized, how Lily's presence made him cheered, so without Lily, he felt empty. 

Knowing Dylan was dejected, his Dad approached him, "I thought you were friends with Lily", then they started to talk each other, Dylan was willing to open up to his Dad, then his Dad suggested him "20 seconds of bravery". He advised him, to be brave only for 20 seconds, to remove his insecurity, and just act, then he will see something surprising. His Dad said, it was what he did, when he firstly met their mother. 

On rainy day, the wet Dylan went to Lily's house, headed to her room, then he knocked her windows and called her from outside. He told her how he felt sorry and missed her out loud. And yes, what his Dad told him was correct, Lily accepted his apology and they made friends again. 

Besides Lily, his Dad was his first fan of his painting but he never told until he noticed that Dylan could contribute to the zoo with his skill. He asked Dylan to create the zoo logo. As expected, the logo was perfect. The re-opening of the zoo was a success. 


***

Here, I have several things to discuss regarding the movie. Firstly, I really like Rosie's line when she said "I couldn't sleep Daddy, their happyish is too loud." What she said was touching me, I understand the feeling very well, it is like when you were so hungry but no food, and could not help watching other people eating. It is better not to see. 

Real example nowadays is, when you use social media, and your life was stressful and you are craving of happiness. However, your friends' happyish posts just popped up while you are scrolling, meanwhile you could not afford the happiness at that time due to some reasons. I believe you feel happy too for your friends' happiness, yet I bet, there may be a tiny space in your heart that you are envy of their happiness. So rather than adding more stresses after comparing their life with yours, it is better not  to see. 

I have ever been in that place when I was having so many happy memories, but at that time, I never think what other people might feel about what I felt. I was too selfish, so now, I learned after being in another shoes. Oh, so this is the feeling when you are the viewer, you may feel sad and start overthinking about how your life is so miserable and it is disturbing your self-esteem. Thus, I tried to detach myself from social media. 

Secondly, being adventurous is great, but without planning, particularly financial planning, Benjamin Mee almost ruined his family. This is what is wise to be learned. Something cliché, but not easy to perform. As matter of fact, between us still prefer to buy something based on which brand, when it is pricy but still forcing own self to buy, then do not have money left for savings (except those who are already rich by privilege). So they live for what is present, and forget to plan for the future. 

The last, regarding "20 seconds of brave" is a good method especially for introvert person. This formulation is needed, one of the examples is when the introvert person is at work and is required to contact a key person. I understand how not easy it is to open a conversation but it is a must if we do not want to lose the job. So, this person needs 20 seconds of brave, and voila after it, it will just flow smoothly. 

That's all what are in my mind, if you have other opinion, just jump to my comments box below. I apologize if mistakes are found within my writing and thank you for visiting my blog :)


Disclaimer: all the pictures were taken from google.

Sunday, February 13, 2022

What We Can Learn from Stargirl Disney Movie

From all Disney movies that I have watched, Stargirl left me puzzled about the ending. Disney movies in my mind, will always end with happily ever after or with contented feeling. Below, the storyline will be explained in nutshell but as a disclaimer, I did not intend to give the spoiler, but to show you how the ending raises questions and let us find our own answers.

Leo grew up without the shade of his Dad. Yet, it doesn't mean that Leo also buried his memories inside his Dad's grave. The porcupine-marked tie, his Dad's legacy, kept sparkling his remembrance about his Dad. How could he forget? when every time of his birthday, a gift of new tie with porcupine mark always knock his door. 

A girl called Stargirl, just like her name, was shining the mediocre junior high school. For years, no trophy existed in their shabby cupboard, and the losing in games was just normal. The students did participate but no fire to grab the victory. Until Stargirl, jumped to the middle of the field, started to play her ukulele and sang heartedly. Inspired everyone that they are also capable to win, just need to believe.  

The American Football game score was reversed, his school team started to beat the opposing's team. The first trophy finally existed in their school's cupboard after years only filled by spider web. Leo together with his marching band team, poured the field to celebrate their first proud winning.

Stargirl then joined school cheerleader, with her as the leader. Along with Leo's marching band team, they accompanied their school's American Football team and brought another trophies. 


This triumph also eased Leo to win Stargirl's heart, both became a lovebird. Leo had been in crush for long time to her, from the first sight he saw her from far when practicing with his marching band team in school field. 

Leo and Stargirl are just like yin and yang, the silent meets the loud. Leo spent most of his life without rebellion. Beaten by naughty kids or being bullied, he kept quiet. While Stargirl, followed the rule of action-reaction. When there is an action, she would mostly react what she thought is right. 


It seems that Stargirl also already had crush on him even before joining his school. She bravely approached his table in school canteen just to say hi. But, Leo was still shy and not sure if she likes him. He was afraid if what he felt was wrong about her so he kept his feeling for her for quiet long time. Until they made friends somehow and worked together for cheering their school team.

Everyone praised Stargirl for her brave and initiative. Like how Blu in Rio 2 spoke up to their herds not to keep silent but to fight out the logger. Her unique in style, thoughts, and  actions made her different with the rest of the students. However her difference was also what made her dig her own grave.

One of the players from the opposing team got injured. Without thinking, Stargirl approached him and accompanied him to get medicated. Everyone was speechless and could not digest well what they were watching. They turned out hated her for supporting the opposing team, for being a traitor. Leo most likely agree with everyone thinking, he wasn't in the same boat with her. Hence, he waited her all the night to get explanation from her. 

For the sake of humanity, she said. No one jumped to help and were only watching. So she felt terrible and came to help. Indeed, there was also medical team, but Stargirl ran faster than them. Having trust issue, every eyes then was always watching her movement. They now were asking whether her name of "Stargirl" is real or not. 

Then they found out was a fake. Susan is her real name. Leo requested her to be real, and started call her Susan. Moreover, he persuaded her to be normal as others. She rejected to be like Susan until the ice melted and she granted his request. Her look was changed as well, she became like how Susan should be, just an ordinary girl, with ordinary style as well. Susan is 180 degree different with Stargirl. 

She tried to explain to Leo that Susan is not her. She was not convenient for being Susan, while Stargirl made her alive. Without his approval, she returned back to her comfort zone, to be Stargirl. As everyone noticed her comeback, again she received rejection from the surroundings. But, she kept her confident. 

She appeared in their school ball when previously, she planned not to come. Again, with her unique style, she outshined everyone. Like a peacock in the middle of crowds of rats. 


Leo noticed her and she invited him to go to the stage. Stargirl supported him to sing when he never thought he could. Then finally, it was his first time breaking his fear. He did, amazed everyone with his nice voice.

No one knew, it was her last time with them. Leo tried to find every possible tracks she might visit, but no trace at all. Leo lost her. Somehow, the absence of her, the school also lost the spirit. Stargirl had touched everyone's heart by her fire and pure mind. As she never came back for a long time, her losing felt like a fairy tale. Nobody believed, she never existed, even the people began questioning whether she was real or just their illusion. 

Yet, what is real was, the Stargirl effect. Unconsciously, everyone started to wear colorful t-shirt mimicking her, the gloomy school now turned into bright school. Stargirl indeed had done something incredible to the school. 

Leo still tried to find her, but until the end of the movie, he was only able to find her working space room, where she put everyone's detail information, including Leo's activities since he was kid. Surprisingly, he found out, it was Stargirl, who kept sending him porcupine-marked tie for his birthday. When everyone thought she might not be real, he surely believes that she is present as she never stop sending him his favorite birthday gift though she was away.

So, this is the ending, how the viewers are also invited questioning her presence. I believe as a happy ending pursuer, you wish Leo finally found her, don't you? However, the movie didn't run that way. Instead, we are made to agree that to be different is fine, do not blame others for being not the same, as well as do not force someone to follow what he/she feels is not him/her. 

Our role as the society is to  open for all the uniqueness. Being different is not a sin, but to show how the life is in balance. World should be free for everyone. 

And one more thing to be reminded, any kindness will be left in longevity. As long as you think, it is good, do it and be confident. Every kindness will result in eternity, then will be passed down from generation to generation. The kindness will be preserved. 

At first, probably there will be disagreement on what you think is right, but somehow, the time will show that what you think is right, indeed right. Just how the 'Stargirl's spirit' stays in their school. 

Sometimes, kindness also can not be felt by everyone. At the time when your kindness can not be accepted, just let them do as they wish to think. That's might be the reason why Stargirl left everyone in school, as she felt being rejected and no more useful for everyone, so she decided to exit. I admit, there is no more happiest feeling unless the environment accepts you for being who you are. 

That's all about Stargirl Disney Movie and my opinion about what we can learn from the movie, hope you can get the lesson to be learned. Indeed, you are free to interpret, and I am welcome you to give your own opinion, in my below comment box provided. Thank you for jumping to my blog. I apologize if there are some mistakes within my writing. Have a nice day!

Disclaimer: all the pictures were taken from google, not from my personal documentation.