Thursday, December 24, 2020

Dream and get your mentor!

Do you have a big dream that you wanna realize in the future? Personally I have, but I feel like the dream is too hard to be reached and seems impossible. The road is so blurred, so many holes, my motivation comes up and down, even I have ever felt like I reach the end of the  cliff. 

Friends, if you encounter the same issue like me, please, do not give up. I heard J loren Norris says that "If you cannot see where you are going, ask someone who has been there before". Thus, if you feel the road is unclear, engage a mentor, a person who has been there before, a person who really familiars with the road. 

picture source: google, search by "blurred road", has been modified

Korean Drama entitled StartUp, probably can be the example how big the impact of mentor it is to help the mentee reachs the goals. Dalmi and Dosan, have a big dream, to turn their small startup company into unicorn. In the beginning, they met so many failures, even they almost gave up, but once they met Jipyeong as their mentor, Jipyeong helped them clarify the road, showed them which one that must be followed, which one to be avoided, and what things they can do to accelerate meeting their goals. By their hardworks and listening to their mentor, finally they were successfully reaching their dreams, they got their unicorn! 

picture source: google, searched by "Startup Korean Drama"

Talking about mentor, mentoring is different with coaching. Based on my own experience, I have ever had a mentor who helped me reaching my big dream to study overseas. She was my mentor because firstly, she focused on my longer term goals, to study overseas which can not be done like in 1 day right? I required to put a lot of efforts, so she accompanied me a long my journey to make it real. If coach, coach focuses on short-term accomplishment, let say the coach helps someone to be able to operate a personal computer. 

Secondly, she was responsible to support me as her mentee so I could work to accomplish my goals. At that time, she always ask me, "how is the progress?", "how is the result?", "are you okay?" and so on. She were so enthusiast toward me. If coach, coach will only responsible to provide means for the protege to meet the goal. For example, to help protege be able to operate computer, the coach provides procedures, and so on.

Thirdly, she gave non-judmental feedback and was very supportive. One day, I had my bad day, I didn't receive any responses from professors meanwhile the deadline for the scholarship submission was in the near future. She didn't blame me what I have experienced, she said that was okay, and even offered me to help me connect with the professors she might now in her university. It was so kind of her. If coach, coach will give specific feedback directly on a single situation, for example, if she were the coach, she will tell that it would be difficult if I cannot get it soon, and probably offer some alternative. 

The last, she involved herself more personally to me. I have ever asked her the reason why she agreed to help me and became my mentor, then she said that, she has ever been in the same situation like me, she was helped by so many people surrounding her, so after accomplishing her goals, she decided to help others, "That's why, I am here for you". I am so touched and determined, I will do the same thing like her, so after finally I got the scholarship and flied to study overseas, I open myself for everyone who is in needs. So, friend, if you are the one who is struggling to pursue higher education, just contact me, it is my pleasure to accompany you until you get your dream. If coach, the coach is hesitate to involve personally. The coach works just because being assigned for example. 

picture source:

In conclusion, if you have a big dream, do not give up. Follow your dream, and get your Jipyeong! Eh, I mean your mentor!

picture source, google, has been modified

Sunday, December 13, 2020

Le Chatelier's Principle (Prinsip Le Chatelier)

Apa itu prinsip Le Chatelier? Kenapa disebut Le Chatelier? Prinsip Le Chatelier disebut juga hukum kesetimbangan adalah prinsip yang digunakan dalam memprediksi adanya efek perubahan dari beberapa faktor di dalam kondisi kesetimbangan. Prinsip ini disebut Le Chatelier, karena digagas oleh Bapak Henry Louis Le Chatelier. Prinsip ini dinyatakan sebagai,

"Ketika suatu sistem pada kesetimbangan mengalami perubahan konsentrasi, suhu, volume, atau tekanan, maka sistem menyesuaikan (sebagian) dirinya untuk meniadakan pengaruh perubahan yang diterapkan dalam keseimbangan baru tercapai."

Bapak Le Chatelier
sumber foto: dari google

Berdasarkan prinsip tersebut, ada 3 hal yang mempengaruhi keseimbangan reaksi, yaitu konsentrasi, suhu, volume atau tekanan. Apakah katalis mempengaruhi kesetimbangan? Hal ini dijawab di tulisan saya di sini. 

Pertama, pengaruh perubahan konsentrasi terhadap kesetimbangan reaksi. Aturannya seperti ini, jika reaktan ditambah, maka reaksi bergeser ke arah produk (forward reaction), sebaliknya jika produk yang ditambah maka reaksi bergeser ke kiri (reverse reaction). Jadi, adanya penambahan konsentrasi pada satu sisi pada reaksi akan bergeser ke arah sisi lainnya, kalau di kiri yang ditambah, bergesernya ke kanan, kalau kanan yang ditambah, maka bergesernya ke kiri. Kenapa demikian? Bayangannya begini, Bayangkan kamu punya 2 wadah dengan jumlah sama, bayangkan kamu menambahkan bahan ke dalam wadah 1, agar bisa sama lagi jumlahnya apa yang kamu lakukan? Memindahkan bahan yang di wadah 1 sebagian ke kanan bukan? Supaya jumlahnya sama. Jadi seperti itulah prinsipnya jika dalam keseimbangan di reaksi, diganggu karena adanya penambahan salah satu konsentrasi. 

Beda kalau dikurangi, jika konsentrasi reaktan dikurangi, maka arah reaksi bergeser ke kiri, arah reaktan, jika konsentrasi produk yang dikurangi, maka arah reaksi bergeser ke kanan, arah produk. Jadi, kalau dikurangi, sisi yang dikurangi, arah reaksi akan tetap sama ke arah sisi yang dikurangi. Jika kiri yang dikurangi, maka ke kiri, jika kanan yang dikurangi maka ke kanan. Nah kalau yang ini bayangannya bagaimana? Coba bayangkan, kamu memiliki dua wadah yang masing-masing jumlah bahan yang dimasukan sama. Lalu kamu mengurangi bahan yang ada di wadah 2, apa yang kamu lakukan supaya jumlahnya tetap sama? Tentu kamu berikan bahan dari wadah 1, supaya bisa menutupi kekurangan wadah 2 bukan? Ya, jadi sama prinsipnya seperti dalam reaksi yang seimbang, yang diganggu karena adanya pengurangan. Jika konsentrasi produknya diganggu, maka reaksi akan bergeser dari reaktan ke produk, agar konsentrasi produk dan reaktan dapat seimbang lagi. 

Coba lihat contoh reaksi di bawah. 

  • Ke arah mana jika konsentrasi CH4 ditambah?  Ya benar, ke arah kanan.
  • Ke arah mana jika konsentrasi H2 ditambah? Ke arah kiri
  • Ke arah mana jika konsentrasi CH4 dikurangi? Ke arah kiri
  • Ke arah mana jika konsentrasi H2 dikurangi? Ke arah kanan

Kenapa kamu perlu memahami ini? Ini bisa dijadikan strategi, pada umumnya peneliti melakukan reaksi, bertujuan agar dapat memperoleh produk dengan yield yang banyak, melakukan sintesis senyawa kimia tentu agar dapat memperoleh produk senyawa yang diinginkan. Apakah mereka menginginkan jumlah reaktan yang lebih banyak dibanding produk? Tentu tidak, mereka menginginkan agar reaksi mereka berhasil, memperoleh konsentrasi produk sebanyak-banyaknya, menghabiskan hampir semua konsentrasi reaktan semaksimal mungkin. Jadi, ketika ada lebih banyak reaktan yang diamati ketimbang produknya, peneliti akan merasa gagal, karena tidak dapat menjalan reaksi sesuai dengan keinginan. 

Oleh karena itu, menggunakan prinsip ini, peneliti menjadi tau cara untuk memaksimalkan konsentrasi produk, ada dua cara berdasarkan penjelasan di atas, yaitu dengan cara menambahkan konsentrasi reaktan dan/atau mengurangi konsentrasi produk. 

Sampai di sini, sudah paham ya bahwa konsentrasi dapat merubah arah kesetimbangan. Lalu, apakah konsentrasi tersebut dapat merubah nilai konstanta kesetimbangan atau equilibrium constant (Kc)? Jawabannya tidak. Ingat dengan skenario dua wadah yang kita isi dengan jumlah bahan yang sama dalam kesetimbangan? Jika masing-masing sama-sama 2 M misal, konsentrasi pada reaktan dan produknya, maka Kc nya sama dengan 1, karena seimbang ya. Nah bayangkan kalau ada penambahan bahan ke wadah 1, seperti ilustrasi sebelumnya, akan ada sebagian bahan dari wadah 1 yang diberikan ke wadah 2, nah kalau dibayangkan seperti itu, apakah nilai keseimbangannya tetap sama? 1? 

Iya dong tentunya, karena tujuannya adalah mencapai keseimbangan, yang awalnya 1, dengan jumlah yang sama di masing2 wadah, jadi biarpun ada penambahan atau pengurangan, kedua wadah berusaha untuk mencapai agar jumlahnya tetap, ya artinya pada akhirnya tetap nilai keseimbangannya, atau Kc nya tetap sama atau konstan. Jadi beginilah, alasan kenapa perubahan konsentrasi tidak merubah Kc atau nilai konstanta kesetimbangannya, karena respon yang terjadi akibat adanya gangguan atau perubahan, berusaha untuk mencapai nilai konstanta yang sama seperti sebelumnya. Harusnya jelas ya sampai sini. 

Kedua, pengaruh perubahan suhu terhadap kesetimbangan reaksi. Bagaimana cara suhu dapat mempengaruhinya, tergantung dari reaksi kimianya, apakah reaksinya itu endotherm atau exotherm. Ingat kan apa bedanya? Reaksi endothermik atau endotherm adalah reaksi yang memerlukan atau menyerap energi, ditandai dengan nilai entalpinya yang positif, sementara reaksi eksotermik atau exotherrm, adalah reaksi yang menghasilkan atau melepas energi (bisa dalam bentuk panas), ditandai dengan nilai entalpinya yang negatif. 

Energi bisa diberikan dalam bentuk panas. Berhubung reaksi endotherm itu adalah reaksi yang menyerap panas, maka apabila diberi peningkatan suhu, artinya makin panas kan? Reaksi endotherm akan menyukainya sehingga reaksinya itu selaras dengan pembentukan produk. Sebaliknya, jika reaksi endotherm itu diturunkan suhunya, tidak ada energi yang diserap, produk tidak akan terbentuk, reaksi bergeser ke kiri, ke arah reaktannya.

Begitu pula pada reaksi exotherm, berhubung reaksi ini menghasilkan panas, maka ketika suhunya diturunkan, akan lebih disukai, pembentukan produk disukai, tapi kalau ditingkatkan suhunya, padahal reaksi exotherm tidak memerlukan energi panas, maka produk tidak terbentuk, reaksi bergeser ke kiri, ke arah reaktan. 

Artinya, jika kamu mengingikan konsentrasi produk yang maksimal, pada reaksi endotherm, kamu dapat meningkatkan suhunya, jangan diturunkan, sementara pada reaksi exotherm, kamu dapat menurunkan suhunya, jangan dinaikan. 

Kalau ada perubahan suhu, apakah akan ada perubahan konstanta kesetimbangan? Saat kita membahas perubahan konsentrasi, tidak ada ya pengaruhnya, nilai Kc tetap sama. Nah, kalau ada perubahan suhu, jadi berbeda. Nilai konstantanya berbeda. Kok bisa? Bayangkan lagi kamu punya dua wadah, wadah 1 dan wadah 2, wadah 1 adalah reaktan, wadah 2 adalah produk. Bayangkan reaksinya adalah reaksi endotherm, yang menyerap energi atau panas. Ingat apa yang terjadi kalau ditingkatkan suhunya? reaksi akan bergeser ke produk, artinya akan ada banyak jumlah produk diperoleh. Nah, seandainya, kita panaskan suhunya, maka akan ada lebih banyak bahan yang kita akan peroleh di wadah 2, dari mana asalnya? dari bahan-bahan di wadah 1 yang dipindahkan, karena peningkatan suhu menyebabkan reaksi bergeser ke arah produk. 

Akibat hal ini, apakah sama jumlah bahan pada wadah 1 dan wadah 2? Tentu berbeda, yang tadinya sebelum ada peningkatan suhu, jumlahnya sama, nah setelah ada peningkatan suhu, jumlah bahan di wadah 1 berkurang, dan wadah 2 bertambah. Oleh karena itulah, nilai konstanta kesetimbangannya berubah. Anggap lah sblm peningkatan suhu sama-sama 2 M. Ketika ada peningkatan suhu, di wadah 1 jadi 1 M, wadah 2 jadi 3 M. Kc berubah jadi 3/1 = 3, yang tadinya 2/2 = 1 (seandainya tidak ada koefisien di depan senyawanya ya). Jadi, begitulah bagaimana suhu dapat merubah nilai Kc. 

Terakhir, perubahan volume/tekanan, bagaimana kah pengaruhnya terhadap arah kesetimbangan? Volume dan tekanan adalah satu kesatuan yang saling berbanding terbalik. Jika kita beri tekanan, maka volume mengecil, jika kita longgarkan tekanannya, volume membesar. 

Aturannya dalam hal ini, jika kita beri tekanan, maka arah kesetimbangan akan bergeser ke arah yang jumlah molnya lebih kecil, sebaliknya, jika kita kurangkan tekanannya, akan bergeser ke arah yang jumlah molnya lebih besar. Sebagai contoh:

Pada persamaan reaksi kimia di atas, jumlah mol yang diindikasikan dengan koefisien tiap-tiaps senyawanya, total mol  3 di sisi reaktan, sementara di sisi produk, jumlah mol = 2. Artinya jumlah mol di kiri lebih banyak dari pada jumlah mol di kanan. Nah, kalau kita beri tekanan, ingat ke mana arah reaksinya? Akan bergeser ke arah sisi yang jumlah molnya sedikit, yang sedikit yang mana? Yang di kanan bukan? Artinya akan bergeser ke kanan, ke arah produk. Sebaliknya, jika kita kurangi tekanannya, maka akan bergeser ke arah yang lebih banyak molnya, yaitu yg sebelah kiri, ke arah reaktan. 

Bagaimana jika jumlah molnya sama baik di kiri dan di kanan seperti contoh persamaan reaksi di bawah ini?

Maka tidak akan ada perubahan, tidak ke kanan ataupun tidak akan ke kiri, reaksi akan berada pada kesetimbangan. 

Apakah perubahan tekanan mempengaruhi perubahan nilai Kc? Jika konsentrasi tidak, suhu iya, bagaimana dengan tekanan? Sama seperti konsentrasi, tekanan tidak akan merubah nilai Kc. Penjelasan lebih jauh, bisa lihat di postingan yang ini. 

Kesimpulannya, berdasarkan prinsip Le Chatelier, atau hukum kesetimbangan. Suatu reaksi kimia yang ada dalam kesetimbangan, dapat bergeser apabila dipengaruhi oleh adanya perubahan konsentrasi, suhu, dan volume/tekanan. Lebih lanjut, ketiganya tidak mempengaruhi nilai konstanta kesetimbangannya atau Kc, konsentrasi dan tekanan tidak merubah Kc, hanya suhu saja yang merubah Kc.

Untuk topik ini, sekian dari saya. Mohon maaf apabila terdapat kesalahan. Terima kasih sudah berkunjung

Kenapa kita perlu untuk menghitung konstanta kesetimbangan?

Jawabannya adalah agar kita dapat memprediksi arah dari suatu reaksi, apakah ke kanan (forward reaction) atau ke kiri (reverse reaction). Cara mengetahuinya adalah dengan melihat nilai Kcnya. 

Jika nilai Kc yang diperoleh lebih dari 1 maka reaksi ke arah kanan, jika kurang dari 1 reaksi ke kiri, dan jika sama dengan 1 maka reaksi tidak ke kanan atau ke kiri, berada dalam kesetimbangan. 

Jadi, misalnya nih, nilai Kc = 59, maka reaksi akan ke arah kanan, kalau Kc = 4 x 10^-5, maka reaksi akan ke arah kiri. Sementara Kc = 1, reaksi akan berada dalam keseimbangan, tidak ke mana-mana. 

Sekian tentang memprediksi arah reaksi dari nilai Kc nya.

Nantinya, akan ada soal, yang nilai Kc nya sudah diketahui, kemudian diberikan lagi informasi konsentrasi dari reaktan dan produknya yang dapat kita gunakan untuk memperoleh nilai reaction quotient, atau disimbolkan dengan Qc. apa itu Qc dan apa bedanya dengan Kc? Qc memiliki ekspreksi yan sama dengan Kc, hanya saja Qc digunakan untuk menghitung konsentrasi yang bukan dalam kondisi keseimbangan, jadi dalam konsentrasi aktualnya. Ingat kan, tiap kali kita menghitung Kc, maka kita selalu mencari konsentrasi di kondisi kesetimbangannya. Tapi kalau Qc, kita menghitung, dalam keadaan aktualnya. Rumus dan cara mencarinya sama, hanya beda di kondisi konsentrasi yang diketahui. 

Qc dapat digunakan juga untuk memprediksi arah reaksi, berikut aturannya. 

  • Jika nilai Qc lebih besar dari Kc (Qc > Kc), maka keseimbangannya bergeser ke kiri, ke arah reaktan (reverse reaction)
  • Jika nilai Qc lebih kecil dari Kc (Qc < Kc), maka keseimbangannya bergeser ke kanan, ke arah produk (forward reaction)
  • Jika nilai Qc sama dengan Kc (Qc = Kc), maka keseimbangannya tidak ada perubahan, tidak ke kiri ataupun tidak ke kanan.
Di bawah ini adalah contoh, bagaimana kita menggunakan aturan ini. 

Misalnya, kamu memiliki suatu reaksi di bawah ini.

Kemudian, kamu memulainya dengan 2.00 M CH4, 3.00 M C2H2, dan 2.00 M H2, ke arah mana reaksi tersebut akan bergeser untuk mencapai keseimbangan?

Nah jadi seperti gambar di atas penyelesaiannya, karena berdasarkan perhitungan Qc lebih besar dari Kc maka reaksi bergeser ke kiri, ke arah reaktan (reverse reaction). Sekian, tentang materi ini, mohon maaf kalau ada salah. Terima kasih sudah berkunjung.

Jespersen, N.D., J. E. Brady, & A. Hyslop . 2012. Chemistry: The Molecular Nature of Matter 6th Edition. Wiley Pub.: USA

Friday, December 11, 2020

Kualitas Pendidikan di Mata Pemuda Indonesia

Hal-hal terkait fakta di bawah ini yang saya tulis, saya kutip dari hasil riset World Education News + Review. 

Kita tahu bahwa jumlah populasi penduduk Indonesia adalah sebanyak 264 juta jiwa, dengan masa wajib belajar hanya 9 tahun, yakni dari SD hingga SMP. Membawa Indonesia ke dalam peringkat 116 dari 189 negara-negara di dunia terkait dengan Human Development Index-nya atau indeks pembangunan manusia. Rendahnya peringkat ini menunjukkan betapa masih kurang sejahteranya penduduk di Indonesia. Diperkuat datanya terkait GDP yang mana merupakan tolak ukur perekonomian Indonesia yang bahkan kurang dari setengahnya negara tetangga, Malaysia. Hal ini jugalah yang menurut saya menjadi salah satu alasan dibalik rendahnya usia harapan hidup penduduknya yang mana bahkan 7 tahun lebih rendah dari Vietnam. 

Tentunya, Indonesia tidak ingin terus terpuruk dengan fakta-fakta ini. Rodrigo A. Chaves, seorang dengan jabatan country director World Bank for Indonesia mengatakan "Masyarakat kelas menengah adalah kunci untuk membuka potensi Indonesia". Penting bagi pemerintah Indonesia untuk mendukung perkembangan kelompok ini. Karena kelompok inilah yang nantinya yang akan meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia melalui peningkatan perekonomian dan terbukanya lapangan kerja. 

Tahukah kamu? 55% dari penduduk Indonesia masih tidak bisa membaca, persentase yang sangat besar dibandingkan dengan negara lainnya seperti contohnya Vietnam yang hanya 14% dan negara-negara lainnya yang sekitar 20%. Tidak diam dan hal itu, sebenarnya pemerintah Indonesia telah banyak melakukan usaha untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia, di antaranya redormasi pendidikan, desentralisasi sistem sekolah, peningkatan standard training untuk guru, dan peningkatan ukuran pendidikan. 

Jumlah pelajar Indonesia yang studi di luar negeri (LN) nantinya akan berkontribusi dalam pengembangan negara. Trennya sejak tahun 1998 hingga 2017, terdapat peningkatan, hanya saja tidak terlalu signifikan. Meskipun dalam angka ada banyak pelajar yang belajar di LN, masih saja kalah jauh dengan negara-negara tetangga lainnya seperti Brunei, Singapura, Malaysia, Laos, Vietnam, Cambodia, THailand, dan Myanmar. 

Intermezzo, berikut adalah 3 negara yang menjadi tujuan utama pelajar Indonesia yang studi di LN, yaitu Australia, US, dan Malaysia. Australia dan Malaysia banyak dipilih karena letak geografisnya yang tidak jauh dari kepulauan Indonesia. 

Di masa depan, dengan semakin banyaknya pelajar yang menimba ilmu di LN, dan kembalinya mereka ke tanah air untuk berkontribusi maka Indonesia akan dapat memaikan peran penting dalam pendidikan internasional. Khususnya akan adanya peningkatan pendapatan seiring bertambahnya jumlah penduduk kelas menengah seiring dengan meningkatnya tingkat pendidikan masyarakatnya, sehingga ekonomi Indonesia akan menjadi lebih kuat. 

Saya sebagai salah satu pelajar Indonesia yang berkesempatan melanjgutkan studi menggunakan beasiswa LPDP dari pemerintah, merasakan banyak pengalaman berharga yang tidak dapat diperoleh di Indonesia. Saya menyaksikan setiap hari, bagaimana teknologi di Jepang sangat berkembang dengan pesat. Sebagai contoh, instrumen NMR untuk elusidasi struktur senyawa, rasanya sudah seperti mainan tiap hari. Sangat jauh berbeda ketika masih di Indonesia. NMR seperti barang mewah, yang tidak mudah diakses dan butuh mengantri berbulan-bulan. Hal ini lah yang melandasi alasan mengapa negara kita tidak kunjung berubah status menjadi negara maju. Bagaimana bisa, jika riset dan teknologinya saja masih belum bisa menyamai kecepatannya. 

Saya kurang begitu paham apa yang menjadi penyebab kurangnya fasilitas riset yang diperlukan untuk Indonesia agar kita bisa maju. Tapi ada satu yang saya pahami yang mungkin bisa benar atau tidak karena dilandasi oleh pengalaman saya secara personal. Di Jepang, profesor dapat mengajukan dana riset dan dapat meliputi keperluan untuk membeli instrumen sehingga teknologinya dapat terus up to date dengan adanya dukungan dana riset tersebut. Kemudian saya teringat, ketika bergabung dengan riset dosen sewaktu S1 dan pengalaman ketika sempat menjadi pengajar selepas lulus S2, proposal dana riset yang kita ajukan di Indonesia, melarang untuk mencantumkan kebutuhan instrumen, hanya boleh untuk bahan habis pakai. 

Jika pun memerlukan menggunakan instrumen tertentu yang tidak dimiliki instrumen, dananya dapat digunakan untuk membayar sewa. Bayangkan, ada berapa banyak peneliti yang membutuhkan instrumen tersebut yang ibaratnya misal hanya ada 2 atau 3 di Indonesia, tak terbayang bagaimana antriannya. Akibatnya terhambatlah progres penelitian menunggu data yang belum tentu bagus juga hasilnya. Artinya, jika Indonesia mau menyamai negara maju, setidaknya mulailah dengan memberikan dukungan dana penelitian dengan penuh totalitas, tidak setengah-setengah. Toh nantinya, hasil riset digunakan untuk kepentingan kemajuan negara juga. 

Terlepas dari apa yang nanti akan pemerintah lakungan terkait hal ini, saya ada sedikit tips untuk teman-teman di sini yang berkeinginan menjadi bagian pelajar Indonesia yang berkesempatan untuk melanjutkan studi ke luar negeri. Ada lima hal yang bisa teman-teman terapkan. 

  1. Miliki kemauan yang kuat
  2. Mandiri
  3. Mau mengembangkan diri
  4. Kerja keras
  5. Jangan lupa berbagi setelah meraih yang kamu impikan
Pertama, milikilah kemauan yang kuat. Dengan adanya kemauan yang kuat, kamu bebas bermimpi. "Bermimpilah, maka Tuhan akan memeluk mimpimu", kata Andrea Hirata. Tanamkan dalam dirimu, "Nothing is IMPOSSIBLE, the word itself says I'M POSSIBLE", kutipan dari Audrey Hepburn. Kedua perkataan ini lah yang menjadi pacuan buat saya untuk terus bermimpi kuliah di luar negeri dan untuk tidak menyerah. Jadi ketika kamu berada di titik rasanya ini tidak akan mungkin, ingatlah, tidak ada yang tidak mungkin, pasti bisa jika terus kerja keras dan berusaha. 

Kedua, jadilah mendiri. Kita tidak bisa menggantungkan keinginan kita kuliah di LN dengan bantuan dari pemerintah. Ada banyak beasiswa tersedia, hanya saja banyak yang informasinya tidak sampai ke semua masyarakat. Yang bisa kamu lakukan adalah menjemput kesempatan-kesempatan itu. Coba akses situs-situs yang memberikan informasi beasiswa, seperti situs/website sholarship positions atau opportunities corners, situs tersebut biasanya digunakan lembaga/universitas untuk mengumumkan peluang beasiswa yang dimiliki. Selain berselancar di situs tersebut, kenapa tidak kamu langsung merujuk ke website universitas yang kamu impikan? Biasanya, beasiswa dari kampus sendiri ada informasinya tersendiri di website itu. Jadi, cobalah sering banyak berkunjung ke website-website universitas impianmu, dan temukan peluang itu. 

Ketiga, kembangkan kapasitas dirimu. Ketika kamu sudah mendapatkan informasi-informasi beasiwa, terkadang kamu terhalang oleh beberapa persyaratan. Biasanya yang paling sering adalah persoalan kemampuan berbahasa Inggris. Ada banyak cara agar kamu bisa meraihnya. Terkait dengan writing, kamu akan bisa menulis kalau kamu banyak membaca, jadi mulailah dengan banyak membaca bacaan-bacaan bahasa Inggris, kumpulan kosakata-kosakata yang masih asing bagimu dan tuliskan pula artinya. Cobalah menulis di buku harian atau di blog, tumpahkan apa yang kamu pikirkan dalam bahasa Inggris. Awalnya sulit, tapi jika kamu melakukannya dengan intens, yang tadinya kamu perlu menulis dan memakan waktu seharian, jika dilakukan lebih sering, lama-lama kamu akan terbiasa hingga tidak menyangka kamu bisa melakukannya kurang dari 1 jam. 

Terkait kemampuan listening, biasakan telingamu mendengar bahasa tersebut. Biasakan mendengar lagu-lagu bahasa Inggris atau menonton film atau drama berbahasa Inggris, meskipun kamu tidak memahami beberapa katanya, tidak mengapa, yang penting dibiasakan saja dulu. Dengarkan sambil melihat subtitle-nya yang juga dalam bahasa Inggris. Lama kelamaan kamu bahkan bisa mengikutinya tanpa substitle. Jadi, intinya adalah pembiasaan.

Bagaimana dengan speaking? Ajak temanmu mengobrol dengan bahasa Inggris, agar kamu terbiasa menggunakan bahasanya, bukan cuma untuk menulis atau mendengar, tapi juga untuk diucapkan. Jika memungkinan bergabungkan dengan klub bahasa Inggris. Agar kamu memiliki lingkungan yang mendukung untuk kamu menggunakan bahasanya. Terkait hal ini, saya memilih toastmasters club, dan sudah bergabung sejak 2015 sampai saat ini. Bergabung dengan toastmasters klub membuat saya percaya diri, karena lingkungannya sangat positif, kita berbahasa bukan untuk diintimidasi, tetapi dimotivasi agar terus percaya diri dan semangat dalam menggunakannya. Lingkungan yang positif dan supportif tersebut itulah yang membuat saya terus bergabung.

Keempat, kerja keras, jangan merah. Terdengar klise, tapi memang demikian. Jika saja saya menyerah, mungkin saya tidak akan mendapatkan kesempatan beasiswa ke LN. Saya sempat mengalami berbagai kegagalan. Yang paling teringat adalah kegagalan memperoleh nilai skor TOEFL sesuai dengan persyaratan pada 2 minggu sebelum waktu terakhir penyerahan dokumen. Dengan sisa waktu yang sangat sempit dan hampir tidak mungkin, saya beranikan diri untuk mencoba lagi, berharap dalam 1 minggu saya ada perbaikan. Berbekal nekat dan nothing to lose, saya mengambil ujian ke dua, dan alhamdulillah saya memperolehnya. Jadi, jangan putus asa, terus semangat mengejar impian.

Terakhir, pay it forward, jangan lupa berbagi setelah memperoleh apa yang kamu inginkan. Ini bukan sesuatu yang keluar dari saya begitu saja, tetapi saya terinspirasi dari kakak yang saya temui di suatu acara. Pada saat itu kakak tersebut sudah memperoleh beasiswa, mengetahui hal itu saya banyak bertanya, namun kemudian saya terpikir, kenapa kakaknya begitu baik dan banyak membantu saya, katanya "Saya sudah banyak dibantu dalam mendapatkan beasiswa ini, sekarang giliran saya membantu kamu dan teman-teman yang lainnya". Saya terharu, dan bertekad ke depannya, jika saya berhasil meraih impian saya, saya harus pula melakukan yang sama, berbagi untuk teman-teman lainnya yang perlu bantuan. Oleh karena itu, jika ada teman-teman yang membaca ini dan memerlukan bimbingan atau sharing  mengenai studi ke luar negeri, bisa tanya-tanya ke saya, saya dengan senang hati akan membantu. Teman-teman bisa kontak saya melalui email, atau sosmed saya. 

Oke, cukup sekian, banyak ya yang dibahas. Mohon maaf kalau ada kesalahan, terima kasih banyak sudah berkunjung! Semangat!

Wednesday, December 09, 2020

Move On!

Have you ever experienced hearing bad news? Shocking information that can change your steady life totally different. For example, just what we all have undergone so far: the unwanted Covid19 pandemic. I was gathering with my friends in my friend’s house, discussing our live traditional dance performance while snacking and drinking hot chocolate bought from 7eleven perfectly matched with the minus 10 degrees Celcius in white winter. Who knows, that terrible life-threatening disease attacked the comfort of living? 

In my case, we were shocked and still didn’t believe that. But, it was real! All my good plans ruined. My dream to bring my family to Japan to see my graduation, wear hakama, a beautiful traditional custom only wear once by students at the graduation, and have a farewell dinner plan with my beloved sensei with his family and my family, getting my dream job in a well-established company, but unfortunately, they hold my recruitment until Covid19 is no more in the world that we never know when exactly it will be, so all my good plans were all diminished. Chaos is everywhere, all over the world. 

What did you do at that time when you heard about the Covid19 outbreak for the first time? And what changes did you undergo? 

Everyone feels the same, don't you? The feeling is like you want to shout out loudly. Thousands of times asking why this happened to me. Why my life was so miserable. And all the bad-mouthing probably you yell. 

But your shouting will never change what just happened. It is ok to cry, to share your feelings with others. But do not drown too deep into your sadness. You need to move on! Nothing will be changed so what you can do is only two. 

Firstly, well accept it. This happened out of your control. Just accept for what it is. Your acceptance at least reduces your annoyance, reduce your stress so then you can recover your mental health. Because I know, at the time you feel stress, when it already reaches its maximum level, it can interfere your health physically, I experienced that things, I felt the tremor, hard to breathe, dizzy, but after I tried to accept that one, inhale and exhale deeply frequently, my physical health goes back normally, so the best medicine is to have a good acceptance. Forgive what just happened to you. Keep in your mind, nothing happens without a reason, be excited to welcome a better version of it. 

The last, stand back, gain your spirit. Create a new plan. It's okay if your good plans ruined, why not you create a new plan? For example, if I couldn't bring my family to Japan, why not create another plan to bring them at another proper time in the future? You still can have it, so move on! Work hard and do not give up. 

Hence, in conclusion. At the time when you hear bad news, do not drown too deep into the sadness, move on! Well accept it and gain your new spirit! Keep believing, you must have a better version later in the future. 

Equilibrium Law

Apa sih yang dimaksud dengan equilibrium law? Ya, bahasa indonesianya hukum keseimbangan. Equilibrium law dalam keseimbangan kimia, maksudnya adalah ketika konsentrasi produk dan reaktan dalam keseimbangan, tidak ada perubahan laju reaksi ke kanan (forward reaction) atau ke kiri (reverse reaction). Besarnya keseimbangan, dinilai dengan suatu konstanta yang disebut konstanta keseimbangan atau equilibrium constant yang disimbolkan dengan huruf K besar dan c subscript. 

Cara menghitung nilai Kc tersebut tergantung dari tipe reaksinya, apakah reaksi homogen (homogeneous reaction) atau reaksi heterogen (heterogeneous reaction). Reaksi homogen artinya, pada reaksi tersebut, baik reaktan dan produknya dalam bentuk satu fase yang sama, misalnya, kesemuanya dalam bentuk larutan aqueous (aq) atau kesemuanya dalam bentuk gas (g). Di bawah ini adalah contoh persamaan reaksi homogen dan persamaan/formula Kc (hukum keseimbangan kimia/konstanta equilibriumnya).

Berdasarkan persamaan di atas, apabila konsentrasi pada kondisi seimbang, N2 = 2 M, H2 = 1 M, dan NH3 = 3 M, maka Kc =

Bagaimana jika reaksinya heterogen, seperti apa rumus formulanya? Reaksi heterogen adalah reaksi yang reaktan-reaktan dan produk-produknya berada dalam fase yang berbeda. Bisa saja terdiri dari yang bentuknya gas, solid, liquid, atau aqueous. Prinsipnya dalam perhitungan Kc, setiap molekul yang berada dalam bentuk solid dan liquid, maka diabaikan. Mungkin ada pertanyaan kenapa diabaikan? Menurut saya, hal ini karena sifat dari solid dan liquid itu sendiri. Solid dan liquid tidak dapat ditekan (incompressible). 

Jadi misalnya apabila solid itu bentuknya kubus, maka misal 1 mol, dengan volume kubus 4 L kubik, maka molaritynya = 1 mol/4 L = 0,25 M. Nah, kalau misalnya kita tambah jumlah molnya menjadi dua, maka volumenya juga akan meningkat dua kali bukan? Menjadi 8 L, bagaimana dengan konsentrasinya? Apakah berubah, coba kita hitung. Konsentrasi = 2 mol/8 L = 0,25 M. Ternyata sama saja, tidak ada perubahan. Nah, berhubung adanya perubahan, tidak mempengaruhi konsentrasi, dan berhubung dalam perhitungan Kc mempertimbangkan konsentrasi, maka molekul dalam bentuk solid yang konsentrasinya tidak akan pernah ada perubahan, tidak akan pula mempengaruhi nilai Kc. 

Berbeda dengan molekul yang berbentuk gas. Sifatnya yang dapat ditekan, incompressible, mengakibatkan mudahnya ada perubahan volume. Dengan demikian. adanya peningkatan jumlah mol dan adanya perubahan volume, akan dapat menyebabkan perubahan konsentrasi. Adanya situasi seperti ini lah, oleh karena itu konsentrasi pada molekul gas diperhitungkan dalam formula Kc. 

Maka, apabila persamaan reaksinya adalah seperti persamaan di bawah ini, maka formula Kc akan sesuai seperti yang ditunjukkan pada gambar. 

Jadi, jika konsentrasi masing-masing reaktan dan produk pada saat keseimbangan NaOH = 2 M, H2 = 2 M, Na = 3 M, dan H2O = 5 M, maka Kc = 

Tampak jelas pada perhitungan di atas, Na yang dalam bentuk solid dan H2O dalam bentuk liquid diabaikan nilainya. 

Demikian yang dapat saya sampaikan pada materi equilbrium law ini, atau keseimbangan kimia, materi lainnya masih terkait chemical equilibrium bisa dilihat di postingan-postingan saya yang lain. Mohon maaf kalau ada kesalahan. Terima kasih sudah berkunjung!

Wednesday, December 02, 2020

Keseimbangan Kimia

Apakah itu keseimbangan kimia? Sesuai dengan katanya, terdiri dari keseimbangan dan kimia.

Keseimbangan menunjukkan adanya kesamaan dari situasinya, misalnya seperti gambar yang ditunjukkan di bawah ini. Apakah kamu setuju keduanya dalam keadaan seimbang?

[sumber gambar: google]

Ya, keduanya dalam keadaan seimbang, karena bisa terlihat tidak jauh beda massa dan volume tubuhnya, sehingga ketika menaiki jungkat-jungkit tersebut, kedua anak itu akan bergantian posisi, kadang di atas kadang di bawah. 

Bagaimana dengan gambar kedua di bawah ini? Apakah menurutmu mereka dalam keadaan seimbang? 

[sumber gambar: google]

Tidak, keduanya sangat jelas perbedaannya, yang satu tampak bobot tubuhnya jauh lebih besar dengan yang satunya lagi, maka tidak akan ada pergerakan, tidak ada keseimbangan.

Kesetimbangan kimia atau keseimbangan kimia ini sama saja halnya dengan ilustrasi di atas, yang pada prinsipnya terjadi jika dua hal berada dalam kondisi atau situasi yang sama maka akan terjadi keseimbangan. Video di bawah ini akan sangat bermanfaat, Namun, dalam bahasa inggris ya, jangan khawatir, saya tuliskan pula penjelasannya pada tulisan saya di bawah ini. 

[video source:]

Katakanlah, dua orang sedang berjalan di atas jalanan, kemudian saling bertabrakan. Mungkin bisa tidak terjadi apa-apa, mereka akan kembali normal dan melanjutkan perjalanannya. 

Hal ini juga terjadi pada molekul, ketika molekul-molekul saling bertabrakan, kadang juga tidak terjadi apa-apa. Bagaimana jika setelah bertabrakan terjadi hal yang tak terduga, satu orang kehilangan tangannya, kemudian tangannya itu menempel pada orang lain yang ditabraknya. 

Ini terjadi pada molekul. Misalnya dua molekul saling bertabrakan dan malah menjadi satu, intinya berubah, tidak kembali normal seperti biasanya. 

Atau bisa juga satu molekul kemudian terpisah menjadi dua molekul. 

Semua perubahan ini adalah reaksi kimia. Seperti contohnya ketika kembang api meledak, susu menjadi basi, besi menjadi karat. Mungkin kamu hanya tau bahwa perubahan senyawa kimia cuma satu arah. 

Tapi apakah kamu tahu bahwa perubahaan kimia juga bisa terjadi dengan dua arah? Bahkan sesungguhnya kebanyakan reaksi kimia itu berlangsung dalam dua arah.

Sampai di sini apakah kamu paham yang saya maksud dengan satu arah dan dua arah? 

Begini, kamu tahu kan kalau reaksi itu terdiri dari reaktan-reaktan yang saling bereaksi untuk menghasilkan produk. Reaksi satu arah artinya, reaksi tersebut berlangsung untuk menghasilkan produk saja. Dilambangkan dengan tanda panah satu arah. 

Sementara reaksi dua arah artinya selain menghasilkan produk, reaksi itu juga bisa berlangsung sebaliknya, yaitu reaksi dekomposisi produk menjadi reaktan-reaktannya kembali, yang dilambangkan dengan dua tanda panah beda arah. 

Kembali menggunakan ilustrasi yang sama, misalnya orang tanpa 1 lengan dan orang dengan tambahan 1 lengan yang menempel di wajahnya kembali saling bertabrakkan, maka keduanya dapat kembali ke tubuh normal mereka semula. 

Bayangkan di atas jalanan penuh dengan orang-orang. Berapa banyak peristiwa tabrakan dapat terjadi. Tabrakan antara orang normal dengan orang normal menghasilkan orang yang hilang 1 lengan dan orang dengan tambahan lengan. Lalu setelahnya berapa banyak yang tabrakan antara orang yang hilang 1 lengan dengan orang tambahan lengan menghasilkan tubuh normal kembali. Semuanya dapat terjadi dalam waktu bersamaan karena ada banyaknya jumlah orang-orang di jalanan. 

Pada awalnya semua orang normal terlebih dahulu, kemudian setelah tabrakan jumlah produknya meningkat. Setelah ada banyak orang dg produk dari hasil tabrakan tersebut, trennya berubah, kini tabrakan yang menghasilkan tubuh normal kembali yang meningkat. Hingga nantinya ada di satu titik di mana laju tabrakan menghasilkan produk orang dengan bagian tubuh yang berbeda (forward) dengan laju tabrakan yang menghasilkan tubuh normal kembali (reverse) adalah sama. Titik inilah yang disebut dengan keseimbangan, ketika dua laju forward dan reverse adalah sama. Forward artinya ke depan, sementara reverse artinya kembali. Dua istilah yang tepat untuk menjelaskan perbedaan arah reaksi atau tabrakan ini. 

Di keseimbangannya, karena lajunya sama, maka jumlah orang dengan tubuh berbeda dengan orang tubuh normal juga sama. Mungkin bayangannya 50:50. Tetapi, pada kenyataannya, pada reaksi kimia, tidak harus 50:50. Bisa 60:40 atau juga 15:85. Apakah memusingkan? Mungkin pertanyaannya bagaimana kita mengetahui rasionya dalam keseimbangannya? Lalu kenapa bisa ada yang rasionya berbeda, tidak 50:50, kenapa demikian? 

Cara mengetahui rasio yang sebenarnya terjadi pada keseimbangan reaksi kimia adalah dengan melakukan eksperimen, dari data observasi tersebutlah kita bisa mendapatkannya. Jadi, beda reaksi, bisa beda rasio keseimbangannya. Mengenai pertanyaan kenapa bisa berbeda? Jawabannya adalah karena ada faktor lain yang menyebabkan ini, yaitu terkait kemudahan terjadinya reaksi, yang menjadi perhitungan terjadi atau tidak terjadinya reaksi, yaitu besarnya energi aktivasi. Apabila besar energi aktivasi reaksi forward dan reverse adalah sama, maka jumlah reaktan dan produk bisa sama. Tetapi jika energi aktivasi forward lebih besar dibanding reverse, maka lebih mudah terjadi reaksi reverse dibanding forward, akibatnya kita lebih banyak menemukan reaktan daripada produk. 

Anyway, apa untungnya kita mempelajari keseimbangan kimia? Ini akan berguna ketika kita berencana untuk melakukan sintesis suatu senyawa. Tentunya kita mengharapkan yield atau persentase jumlah produk yang dihasilkan banyak bukan? Jika tidak banyak terbentuk produk lalu untuk apa kita melakukan sintesis. Dengan mengetahui keseimbangan kimia, kita bisa memprediksi, akan lebih banyak ke arah forward atau ke reverse. Dalam hal ini, kita berupaya untuk menghindari reaksi reverse, supaya sintesis kita berhasil dan tidak kembali membentuk reaktan. Bagaimana jika dari hasil eksperimen ternyata tidak sesuai dengan keinginan, yield kecil dan lebih banyak reaktan dari pada produk. maka salah satu caranya adalah dengan menggunakan katalis. Karena katalis bekerja dengan cara menurunkan energi aktivasi. Jika energi aktivasi kecil, maka akan lebih mudah reaksi forward terjadi, lebih banyak produk yang bisa kita hasilkan. 

Oke, semoga sedikit pembahasan mengenai keseimbangan kimia kali ini bisa bermanfaat. Mohon maaf kalau ada kesalahan dalam penyampaian. Terima kasih sudah berkunjung!

Jespersen, N.D., J. E. Brady, & A. Hyslop. 2012. Chemistry: The Molecular Nature of Matter 6th Edition. Wiley Pub.: USA