Sunday, August 29, 2021

Dijual Apartemen Margonda Residence 2 Tower J

Teman dekat saya berniat untuk menjual apartemennya yang lokasinya sangat strategis ke arah Universitas Indonesia. Barangkali ada calon mahasiswa Universitas Indonesia yang mencari apartemen dekat UI, atau Anda ingin membeli untuk investasi properti, bisa banget hubungi saya atau teman dekat saya langsung. Berikut iklannya:


Dijual Apartemen Margonda Residence 2 Tower J


Lokasi strategis: dekat dengan Universitas Indonesia, stasiun kereta UI, Universitas Gunadarma, Universitas Pancasila, Bina Sarana Informatika (BSI), RS Bunda Margonda, RS MItra Keluarga, Margo City Mall, Depok Town Square, ITC Depok, Mall Depok, Bank, Gramedia Bookstore, 24 hours transportation, akses mudah menuju tol JORR dan CIJAGO.


Tower J, view ke arah Jakarta (tidak berhadapan dengan apartemen lain).

Size 24 m2, 1 bedroom, 1 bathroom + balkon.

Fully furnished dan bersih (sebelumnya dipakai pribadi).


Fasilitas: AC, kulkas, LCD TV 22’’, 1 bed, 1 kamar mandi shower + wastafel mirror, 1 dapur (kitchen set), lemari pakaian, meja TV, meja makan + 2 kursi sofa, meja belajar + 1 kursi senderan. 


Fasilitas keamanan: Security 24 jam, detektor gas, detektor kebakaran, CCTV, wide parking area.


Fasilitas lainnya: Kolam renang, lapangan tenis, garden, mini market, fitness center, food-court, laundry, TIKI/JNE, delivery food.


Hub: Silvia 0813 177 555 92 (WhatsApp)


Detail:

https://www.olx.co.id/iklan/dijual-apartemen-margonda-residence-2-tower-j-IDxoCGS.html?ad_type=OR#a6ff9c4da6



Margonda Residence 2

Jl. Margonda Raya Kav. 462 - 465

Pondok Cina, Beji, Depok 16424




Berikut detail foto-fotonya:









Saturday, August 28, 2021

Kiss the Rain: Not Angka Kalimba

Memainkan kalimba dengan lagu apa pun selalu tampak merdu dan menenangkan. Salah satu lagu yang paling banyak dimainkan adalah lagu "Kiss the Rain". Langsung saja, di bawah adalah not angka yang saya catat dengan gaya penulisan saya sendiri, untuk memudahkan saya memainkan kalimba. 

Jika catatan ini juga bermanfaat untuk Anda, alhamdulillah. Tetapi, mohon maaf apabila tidak sesuai untuk Anda karena ini murni catatan untuk saya sendiri. Terima kasih. 

Pada catatan saya, ada yang saya tulis dengan angka besar dan angka kecil. Angka besar menunjukkan not utamanya, sementara angka kecil merupakan not pendukung yang membuat nada menjadi lebih merdu. Apabila kemunculan angka besar dan angka kecil berbarengan atau berada dalam satu garis vertikal (atas bawah) artinya dimainkan secara bersamaan.

Apabila di bawah angka kecil terdapat gelombang dengan puncak ke bawah, artinya not angka tersebut dimainkan dengan cara digeser sesuai urutan kemunculan angkanya, artinya bukan dipetik satu-satu. 

Baiklah, langsung saja lihat not angkanya di bawah ini.










Lengkapnya bagaimana Kalimba dimainkan berdasarkan not angka di atas, silakan liat video berikut:




Selamat mencoba! Terima kasih sudah berkunjung!

Friday, August 20, 2021

Tiga Alasan Utama Mengapa Anda Untung Banyak Apabila Migrasi ke TV Digital


Apa sih yang dimaksud dengan TV digital? Bedanya apa ya dengan smart TV? Apakah TV digital itu  seperti TV kabel yang menayangkan saluran-saluran TV berbayar? Ataukah TV digital adalah TV flat yang tipis yang tidak ada tabungnya?

Ya, pertanyaan-pertanyaan di atas merupakan pertanyaan-pertanyaan yang sangat menarik untuk dibahas sebelum Anda memutuskan untuk pindah atau tidak ke TV digital, atau barangkali Anda bahkan tidak menyadari bahwa TV Anda sudah digital. 

Mari kita bahas dari yang paling pokok terlebih dahulu, mengenai apa yang dimaksud dengan TV digital. Jika Anda berpikir bahwa TV digital adalah TV flat, Anda keliru. Karena TV tabung pun bisa beralih menjadi TV digital [1]. Karena pada dasarnya istilah TV digital bukanlah mengenai bentuk TV-nya, tetapi mengenai bagaimana siaran televisi itu diterima oleh televisi. Setidaknya ada 2 cara berbeda bagaimana siaran televisi diterima oleh televisi, yaitu dengan cara analog atau digital [2]. 

Dengan cara analog, siaran televisi diterima berdasarkan unsur gelombang [2]. Sifat dari suatu gelombang, apabila terdapat gelombang lain yang berdekatan, akan dapat terpengaruh, entah menjadi suatu gelombang yang besar, atau saling meniadakan [3]. Artinya ada intervensi, ada gangguan terhadap gelombang yang dimaksud. 

Nyatanya yang memiliki gelombang tidak hanya televisi, ada telefon genggam, oven microwave, radio, dan peralatan lainnya yang biasa ada di rumah Anda [4]. Artinya jika TV Anda adalah TV analog, ada banyak potensi gangguan terhadap penerimaan siaran TV Anda. Inilah yang menjadi penyebab tampilan bersemut, atau suara "kresek-kresek". Selain itu, ternyata dinding rumah, perabotan (misalnya lemari), atau bahkan rumah dan gedung tinggi di sekitar rumah Anda juga bisa menjadi penghalang penerimaan siaran televisi sehingga ada atau tidaknya halangan inilah juga mempengaruhi kualitas gambar dan suara pada TV analog Anda [5]. 

Alasan pertama dan terbaik mengapa Anda 'untung banyak' apabila bermigrasi/pindah ke TV digital adalah kualitas gambar pada TV digital jauh lebih baik dan suara yang jauh lebih jernih dibandingkan TV analog [6, 9]. Karena tidak seperti TV analog yang menggunakan gelombang, TV digital menggunakan teknologi digital yaitu menggunakan bilangan biner dengan kode 0 dan 1 untuk penerimaan sinyalnya. 

Mudahnya, kode 0 dan 1 ini seperti hitam dan putih, jika benar ya benar, jika salah ya salah, hanya ada dua kemungkinan. Jadi, tidak ada istilah agak benar, benar saja, sangat benar, atau sangat salah, salah, agak salah. Artinya, tidak seperti TV analog yang ada masanya gambarnya sangat bagus, bagus saja, atau agak bagus, atau sangat jelek, jelek, atau agak jelek, tergantung sinyalnya. Di sinilah letak bedanya, TV digital hanya mengenal 2 hal, gambarnya bagus sekali atau tidak ada gambar sama sekali [2, 5]. 

Pada dasarnya, kemampuan menangkap sinyal televisinya sama, apabila ada halangan pada perjalanan sinyalnya, televisi analog maupun digital tetap mengalami penurunan penerimaan sinyal. Hanya saja yang membedakan, pada TV analog, penurun sinyal berbanding lurus dengan penurunan kualitas gambar. Artinya jika 100% sangat bagus, 90% bagus, 80% kurang bagus, dan seterusnya hingga jelek sama sekali, sementara pada TV digital, penurunan sinyal pada batas tertentu (misalnya 30%), kualitas tampilan gambarnya tetap stabil, sementara jika kurang dari 30%, tidak ada gambar sama sekali. Inilah yang dimaksud dengan konsep biner pada TV digital, jadi hanya mengenal kualitas gambar bagus atau tidak ada gambar sama sekali [2, 5]. 

Kedua, dengan beralih ke TV digital, Anda dapat mengakses banyak saluran televisi. Tahukah Anda bahwa selama Anda menggunakan TV analog, ada banyak penyiar di Indonesia yang mengantri mendaftarkan saluran TV-nya tetapi tidak bisa terpenuhi akibat terbatasnya kapasitas saluran televisi analog yang ada di Indonesia. Dengan adanya teknologi digital, persoalan tersebut kini teratasi. Karena dengan konsep binernya melalui sistem multipleksing, satu saluran dapat dibagi menjadi beberapa saluran lagi yang disebut dengan subchannel [7]. Oleh karena itulah, apabila menggunakan TV digital, Anda dapat menonton lebih banyak saluran TV yang sebelumnya tidak terjangkau pada TV analog. 

Terakhir, yang ketiga, jangan takut pindah ke TV digital, karena peralihan ini disubsidi negara. Ingat bahwa TV digital tidak berarti TV flat? Artinya Anda tidak perlu membeli TV baru, untuk bisa menikmati layanan TV digital, Anda hanya perlu membeli set top box (STB), yaitu suatu alat yang dapat digunakan untuk mengonversi/mengubah TV analog menjadi TV digital, harganya hanya sekitar 150an ribu rupiah dan sudah banyak di toko online [1, 8]. Untuk warga negara Indonesia dengan ketentuan tertentu, dapat memperoleh bantuan subsidi dari pemerintah mengenai pembelian STB  tersebut. 

Pemerintah sangat menganjurkan warganya untuk segera berpindah ke TV digital, bukan hanya karena kualitas gambar dan suaranya yang lebih baik, tetapi juga adanya kebutuhan wadah untuk penyiar dengan saluran-saluran TV baru, sebagaimana seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, pemerintah belum bisa mewadahi semuanya, sementara ada banyak saluran TV baru yang mendaftar. 

Ada banyaknya saluran TV baru ini menunjukkan semangat kreativitas dan edukasi untuk masyarakat yang tentunya baik untuk didukung oleh pemerintah. Hampir semua negara di dunia telah bermigrasi ke TV digital dan menghentikan penggunaan TV analognya [9]. Sementara Indonesia masih dalam tahap migrasinya yang sudah dimulai sejak tahun 2007 yang direncanakan selesai pada tahun 2022. 

Pemerintah melalui Kementrian Komunikasi dan Informatika, memiliki 5 tahapan untuk penyelesaian migrasinya. Pada tahap pertama, pemerintah memberikan STB gratis untuk rumah tangga yang terkualifikasi pada 15 kota yang tersebar di 5 provinsi. Ketentuannya harus masuk ke dalam kategori rumah tangga miskin, dan penyalurannya melalui pemerintah daerah. 

Kualitas gambar dan suara yang baik, bisa mengakses banyak saluran televisi, serta mudah proses migrasinya, lalu tunggu apa lagi? Sudah saatnya kita beralih ke TV digital, tidak ada ruginya, justru banyak untungnya. Jika Anda sudah, ajak tetangga Anda juga yaaaa.


Referensi:

[1] Wahyu, Y., Maulana Y. Y., & Oktaviani, F. 2014. Prototipe set top box (STB) menggunakan Development Board A10 untuk televisi standar DVB-T2 berbasis android. Jurnal Penelitian Pos dan Informatika, vol 4, 87-95.

[2] monolithicpower.com. Analog Signals vs Digital Signals. (Website

[3] Department of Physics, University of Connecticut. Constructive and Destructive Interference. (Website)

[4] Flexbooks 2.0. Microwaves. (Website)

[5] Lowa PBS. Receiving Digital TV. (Youtube)

[6] 2008. Picture Quality Analysis of Digital TV Signals. In: Digital Video and Audio Broadcasting Technology. Signals and Communication Technology. Springer, Berlin, Heidelberg. https://doi.org/10.1007/978-3-540-76358-1_12

[7] EcProjects. Multiplexing (for beginners) -Ec-Projects. (Youtube)

[8] Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia. Menanti Set Top Box Gratisan untuk TV Digital. (Website)

[9] Nurizar, A. 2020. Digital television regulation and its impact on Indonesia towards Society 5.0. Jurnal Komunikator, vol. 12(2), 106-115. 

[10] CNN Indonesia. 2021. Syarat Dapat Set Top Box TV Digital Gratis. (Website)

Saturday, August 14, 2021

Patent Scientist: Profesi Apakah itu?


Menarik untuk membahas mengenai pekerjaan seorang Patent Scientist berhubung profesi ini tidak banyak yang tau tetapi bisa menjadi pilihan yang tepat untuk lulusan sains yang lebih memilih bekerja di depan komputer dibanding di dalam laboratorium. Profesi ini terlibat dalam proses pendaftaran, pemeriksaan, hingga pemberian paten dari pemerintah setempat. 

Tugas pokok hariannya, yaitu memeriksa draft spesifikasi permohonan paten, mulai dari deskripsi hingga klaimnya satu per satu, diperiksa apakah semua yang ingin disampaikan oleh pemohon (klien) telah tersampaikan dengan baik (karena jika ada yang tidak tersampaikan utamanya dalam klaim, akan berakibat fatal), apakah ada kesalahan penulisan, dan detail lainnya. 

Selanjutnya permohonan paten tersebut disampaikan ke DJKI (Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual) yang berada di bawah Kementrian Hukum dan HAM. DJKI memiliki fungsi salah satunya melakukan pemeriksaan dan pemberian izin paten. Hasil pemeriksaan dapat berupa permintaan untuk direvisi, ditolak, atau diterima. Kebanyakan pemeriksa menyampaikan keberatan pada suatu hal tertentu yang kemudian dikembalikan kepada pemohon untuk ditanggapi.

Tugas Patent Scientist berikutnya adalah memberikan saran, perbaikan seperti apa yang diinginkan oleh Pemeriksa yang kemudian perbaikan tersebut kemudian disampaikan kembali ke Pemeriksa. Tahapan revisi ini dapat terjadi berulang, seperti mahasiswa yang meminta bimbingan revisi kepada dosennya, sampai dosennya acc. Namun, dalam kasus yang jarang, jika penilaian pertama dari Pemeriksa sudah memenuhi ketentuan, maka dapat langsung diberi paten. Artinya ada juga, kasus yang bahkan langsung ditolak, tidak diberi kesempatan perbaikan. 

Seorang Patent Scientist biasanya diambil dari latar belakang ilmu yang berkaitan dengan kebanyakan paten yang sedang banyak diminta perlindungannya di dunia. Saat ini, kebanyakan paten berasal dari bidang chemical and life science (rumpun ilmu yang ada kaitannya dengan kimia dan ilmu kehidupan) dan engineering (teknik). Contoh spesifiknya, obat-obatan terus mengalami perkembangan, obat-obat baru sebelum dipasarkan, para inventornya mengajukan perlindungan paten terlebih dahulu. 

Dengan demikian, patent scientist yang dapat memahami paten obat tersebut tentulah yang berasal dari bidang ilmu farmasi atau secara umum dari chemical and life science. Supaya nyambung kalo lagi ngebahas invensinya, istilahnya hehe. 

Selain memiliki latar belakang ilmu di bidang yang dimaksud, patent scientist juga harus lah memahami dengan betul mengenai ruang lingkup Kekayaan Intelektual mulai dari peraturan internasional hingga nasional sehingga apabila terdapat kasus spesifik, bisa mengetahui penyelesaiannya. Sampai saat ini peraturan yang dipegang di Indonesia kaitannya dengan paten adalah UU No. 13 tahun 2016. 

Kurang lebih seperti itu uraian singkat dari profesi seorang patent scientist. Terima kasih sudah berkunjung, jika ada kesalahan mohon dimaafkan. 

Saturday, August 7, 2021

Global Education for All

 It was a nice day on Saturday with light snowfall in Shakotan town, Hokkaido, Japan. I participated an international cultural exchange program for elementary school students. My partner from Argentina and I were having so many great moments with Tamaki-chan (4th grade), Takuma-kun (5th grade), their teachers, and their families (mother, father, younger brother, and sister). We introduced our own countries as well as the students introduced their families and hometown. The mother was excited every time I explained about my country while showing the book to remind them about Indonesian culture. I was so impressed how they studied already about my culture before I came. Not only them, but I also studied so many things about Japanese culture. Even though I have already been in Japan for almost 1.5 years at that time, I didn’t have opportunities to interact with Japanese families until I joined this program. This kind of international exchange program, made me become more open-minded so then I have a better understanding and higher tolerance for each other as we learned to accept the cultural diversities that in turn, I believe the students also learned the same things as I felt.






I found out this kind of international cultural program is everywhere provided for Japanese students as I received so many offers for international students to interact with them. I was so amazed how the government—and even non-governmental organizations—have prepared this program very well in order to make the Japanese generation to be ready as global citizens. 

When thinking about my country, I was reminded of my nephew’s school life. He never had the opportunity to interact with international students. In fact, there is, but as I remember when I was a high school student, it was a very rare opportunity and limited only for the best student with a very great English proficiency in my city that means for example only one student over thousands of students. Meanwhile, at that time, I was just an ordinary student with poor English, even I didn’t dare to take the selection process for getting the opportunity. 

We did, realize, how important it is to expose students about global things as it is already started how countries have become borderless, people from different parts of the world now can communicate, and even travel around the world now become possible which is the concept of globalization. Nevertheless, globalization can become a nightmare for us if we are still not ready yet to face global competition. We know that one of the ways to make us ready is to be well globally educated. However, as a developing country, we still have other problems that urge more the government to handle it, such as numerous kids in rural areas are still uneducated literally even for basic knowledge as the infrastructure is still not supported well so it makes them difficult to access for school. Furthermore, in some cases even made me in tears as knowing that there are some kids who don’t give up and are struggled to go to a very far school just in order to get an education even though they have to cross a frail bridge or swim to cross the river. That’s why access to education is still our main problem.

Nonetheless, seeing how access to global education is very easy in Japan somehow, I think that developing countries can also do the same. Simply, the international students just require the opportunity to interact with the students through a certain program. Regardless of the problem of access to education, I believe the international cultural exchange program somehow can also accelerate the improvement for education in general, so no need to wait, just do both at the same time: improving the access to education and providing an opportunity for global education. If we didn’t catch up, we will always be left behind.

In conclusion, global education is needed, not only for developed countries, but also needed for developing countries to accelerate the improvement for education, and to allow the generation to catch up so they can be ready for global competition.