Wednesday, December 2, 2020

Keseimbangan Kimia

Apakah itu keseimbangan kimia? Sesuai dengan katanya, terdiri dari keseimbangan dan kimia.

Keseimbangan menunjukkan adanya kesamaan dari situasinya, misalnya seperti gambar yang ditunjukkan di bawah ini. Apakah kamu setuju keduanya dalam keadaan seimbang?

[sumber gambar: google]

Ya, keduanya dalam keadaan seimbang, karena bisa terlihat tidak jauh beda massa dan volume tubuhnya, sehingga ketika menaiki jungkat-jungkit tersebut, kedua anak itu akan bergantian posisi, kadang di atas kadang di bawah. 

Bagaimana dengan gambar kedua di bawah ini? Apakah menurutmu mereka dalam keadaan seimbang? 

[sumber gambar: google]

Tidak, keduanya sangat jelas perbedaannya, yang satu tampak bobot tubuhnya jauh lebih besar dengan yang satunya lagi, maka tidak akan ada pergerakan, tidak ada keseimbangan.

Kesetimbangan kimia atau keseimbangan kimia ini sama saja halnya dengan ilustrasi di atas, yang pada prinsipnya terjadi jika dua hal berada dalam kondisi atau situasi yang sama maka akan terjadi keseimbangan. Video di bawah ini akan sangat bermanfaat, Namun, dalam bahasa inggris ya, jangan khawatir, saya tuliskan pula penjelasannya pada tulisan saya di bawah ini. 

[video source: https://www.youtube.com/watch?v=dUMmoPdwBy4]

Katakanlah, dua orang sedang berjalan di atas jalanan, kemudian saling bertabrakan. Mungkin bisa tidak terjadi apa-apa, mereka akan kembali normal dan melanjutkan perjalanannya. 




Hal ini juga terjadi pada molekul, ketika molekul-molekul saling bertabrakan, kadang juga tidak terjadi apa-apa. Bagaimana jika setelah bertabrakan terjadi hal yang tak terduga, satu orang kehilangan tangannya, kemudian tangannya itu menempel pada orang lain yang ditabraknya. 




Ini terjadi pada molekul. Misalnya dua molekul saling bertabrakan dan malah menjadi satu, intinya berubah, tidak kembali normal seperti biasanya. 



Atau bisa juga satu molekul kemudian terpisah menjadi dua molekul. 



Semua perubahan ini adalah reaksi kimia. Seperti contohnya ketika kembang api meledak, susu menjadi basi, besi menjadi karat. Mungkin kamu hanya tau bahwa perubahan senyawa kimia cuma satu arah. 



Tapi apakah kamu tahu bahwa perubahaan kimia juga bisa terjadi dengan dua arah? Bahkan sesungguhnya kebanyakan reaksi kimia itu berlangsung dalam dua arah.


Sampai di sini apakah kamu paham yang saya maksud dengan satu arah dan dua arah? 

Begini, kamu tahu kan kalau reaksi itu terdiri dari reaktan-reaktan yang saling bereaksi untuk menghasilkan produk. Reaksi satu arah artinya, reaksi tersebut berlangsung untuk menghasilkan produk saja. Dilambangkan dengan tanda panah satu arah. 

Sementara reaksi dua arah artinya selain menghasilkan produk, reaksi itu juga bisa berlangsung sebaliknya, yaitu reaksi dekomposisi produk menjadi reaktan-reaktannya kembali, yang dilambangkan dengan dua tanda panah beda arah. 

Kembali menggunakan ilustrasi yang sama, misalnya orang tanpa 1 lengan dan orang dengan tambahan 1 lengan yang menempel di wajahnya kembali saling bertabrakkan, maka keduanya dapat kembali ke tubuh normal mereka semula. 




Bayangkan di atas jalanan penuh dengan orang-orang. Berapa banyak peristiwa tabrakan dapat terjadi. Tabrakan antara orang normal dengan orang normal menghasilkan orang yang hilang 1 lengan dan orang dengan tambahan lengan. Lalu setelahnya berapa banyak yang tabrakan antara orang yang hilang 1 lengan dengan orang tambahan lengan menghasilkan tubuh normal kembali. Semuanya dapat terjadi dalam waktu bersamaan karena ada banyaknya jumlah orang-orang di jalanan. 


Pada awalnya semua orang normal terlebih dahulu, kemudian setelah tabrakan jumlah produknya meningkat. Setelah ada banyak orang dg produk dari hasil tabrakan tersebut, trennya berubah, kini tabrakan yang menghasilkan tubuh normal kembali yang meningkat. Hingga nantinya ada di satu titik di mana laju tabrakan menghasilkan produk orang dengan bagian tubuh yang berbeda (forward) dengan laju tabrakan yang menghasilkan tubuh normal kembali (reverse) adalah sama. Titik inilah yang disebut dengan keseimbangan, ketika dua laju forward dan reverse adalah sama. Forward artinya ke depan, sementara reverse artinya kembali. Dua istilah yang tepat untuk menjelaskan perbedaan arah reaksi atau tabrakan ini. 


Di keseimbangannya, karena lajunya sama, maka jumlah orang dengan tubuh berbeda dengan orang tubuh normal juga sama. Mungkin bayangannya 50:50. Tetapi, pada kenyataannya, pada reaksi kimia, tidak harus 50:50. Bisa 60:40 atau juga 15:85. Apakah memusingkan? Mungkin pertanyaannya bagaimana kita mengetahui rasionya dalam keseimbangannya? Lalu kenapa bisa ada yang rasionya berbeda, tidak 50:50, kenapa demikian? 



Cara mengetahui rasio yang sebenarnya terjadi pada keseimbangan reaksi kimia adalah dengan melakukan eksperimen, dari data observasi tersebutlah kita bisa mendapatkannya. Jadi, beda reaksi, bisa beda rasio keseimbangannya. Mengenai pertanyaan kenapa bisa berbeda? Jawabannya adalah karena ada faktor lain yang menyebabkan ini, yaitu terkait kemudahan terjadinya reaksi, yang menjadi perhitungan terjadi atau tidak terjadinya reaksi, yaitu besarnya energi aktivasi. Apabila besar energi aktivasi reaksi forward dan reverse adalah sama, maka jumlah reaktan dan produk bisa sama. Tetapi jika energi aktivasi forward lebih besar dibanding reverse, maka lebih mudah terjadi reaksi reverse dibanding forward, akibatnya kita lebih banyak menemukan reaktan daripada produk. 

Anyway, apa untungnya kita mempelajari keseimbangan kimia? Ini akan berguna ketika kita berencana untuk melakukan sintesis suatu senyawa. Tentunya kita mengharapkan yield atau persentase jumlah produk yang dihasilkan banyak bukan? Jika tidak banyak terbentuk produk lalu untuk apa kita melakukan sintesis. Dengan mengetahui keseimbangan kimia, kita bisa memprediksi, akan lebih banyak ke arah forward atau ke reverse. Dalam hal ini, kita berupaya untuk menghindari reaksi reverse, supaya sintesis kita berhasil dan tidak kembali membentuk reaktan. Bagaimana jika dari hasil eksperimen ternyata tidak sesuai dengan keinginan, yield kecil dan lebih banyak reaktan dari pada produk. maka salah satu caranya adalah dengan menggunakan katalis. Karena katalis bekerja dengan cara menurunkan energi aktivasi. Jika energi aktivasi kecil, maka akan lebih mudah reaksi forward terjadi, lebih banyak produk yang bisa kita hasilkan. 

Oke, semoga sedikit pembahasan mengenai keseimbangan kimia kali ini bisa bermanfaat. Mohon maaf kalau ada kesalahan dalam penyampaian. Terima kasih sudah berkunjung!



Referensi:
Jespersen, N.D., J. E. Brady, & A. Hyslop. 2012. Chemistry: The Molecular Nature of Matter 6th Edition. Wiley Pub.: USA

Friday, May 8, 2020

How to Make Ikan Bakar

Come back home, means come back to fish. As a meat lover, I rarely cook fish, but at home, fish is my parent's favorite so I must follow their preference. I can't cook a good meal with fish, so I asked my sister in law to dictate me how to make Ikan Bakar, one of the dishes my parents like. Okay, just check it out.

Ingredient:
1.Candlenut
2. Shallots
3. Garlic
4. Red chilies
5. Coriander
6. Sugar
7. Salt
8. Fishes
9. Butter
10. Lemon
11. Soybean ketchup

Procedure
1. Wash the fishes, give the lemon juice and enough salt, put in the fridge, and wait around 30 minutes or 1 hour.


2. Fry the candlenut and coriander on hot oil.


3. Mix no. 2 with shallots, garlic, and red chilies. Mash them well and mix with enough salt and sugar. 


4. Take out the fishes from the storage, wash again. 

5. Spread the mashed seasoning no. 3 onto the fishes. 



6. Prepare the baker, don't forget to spread the butter in order to make them less sticky. 

7. Put the on the baker. Wait until cooked. 



8. Meanwhile, let's prepare the sauce, we can make it with soybean ketchup, shallots, and tomatoes. You can fry the shallots and tomatoes first, or you can just mix it directly with soybean ketchup without frying. It's up to your preference. Then, give a little amount of lemon juice. Do not add too much if you don't want to make your sauce too sour.



9. After the fishes baked well, then you can move them to the container, and pour the sauce. Yeay, finish! 


Sunday, April 19, 2020

Interview by Myself: Traveling


Hi, let’s continue the interview. To where did you travel since living in Japan?
I traveled to wherever my friends suggested to go. Because I treasured the people with whom I traveled most rather than the destination. So, wherever it was, I would always be okay. But if you wanted to know where exactly I traveled, then I would say, we went to Hakodate, Aomori, Hirosaki, Ecorin Village, Furano, Biei, Asahiyama Park, Moerenuma Koen, Maruyama Koen, Odori Park, Noboribetsu, Yoichi, Hidaka, Tokyo, Yomiuriland, Odaiba, Kawagoe, Shinjuku, Saitama, Tsukiji and some other places I forgot right now.

Which place was your favorite?
Hirosaki, it was so beautiful during Spring. The difference with spring in Hakodate was you were not only able to see the cherry blossoms but in Hirosaki, you could also see the wonderful old castles, then both things combined beautifully. Oh my! I missed Japan again. By the way, Hirosaki is not on Hokkaido island, so you should take shinkansen or ship to reach Hirosaki. You also should prepare the itinerary, as I am pretty sure you will spend quite a lot of money.

What else is recommended to be visited around Sapporo?
As I have mentioned before, Hokkaido University is beautiful every autumn season. It was like a whole new different world, colorful and beautiful. The Ginko street near Pharmacy Department was recommended to be visited. Most of the tourists might have already known about this, so it’s always crowded during autumn. Anyway, I had another beautiful hidden place, it was around the Keteki dormitory. The building was covered with the red leaves, beautiful, you should see.




How big is your university?
Hmm, I am not that kind of person who can memorize the detail of the size and so on, you can just google it. But I would say, it covers around 14 blocks with many trees, so if you see from above, most of the green part of Sapporo is for sure the Hokkaido University. As it is spacious, so we needed to use bus or bicycle. For a slow walker like me, if I walk from the southest to the northest, I could spend 1 hour.

You mentioned before that we must plan the itinerary before traveling, if it’s okay, I would like to know how much did you usually spend?
It depends to where did we go, the most expensive were traveling around Tokyo I spent around 70 thousands yen, 3 days and 2 nights trip to Aomori I spent around 30 thousands yen, for some one day trip might be around 10 thousands yen, even I also experienced traveling without any expenses. For this case, I joined some volunteering activities, so while participating with the program I also could enjoy the city.

Who was organizing the volunteering activity, what kind of activity was it? And how many people joined the program?
Various, it’s hard for me to remember the detail of the name since mostly the name in Japanese Kanji, but as I remember something like Hokkaido International Exchange Program Division, and something like non-government organization. The activities were like teaching English to Japanese kids, doing exchange program so mostly the participants were international students from different countries, so we were like the representative of our countries, then we learned together about Japanese culture, visited historical places, and so on. So, not only volunteering, exchanging culture, I also did get so many friends.

So, what do you think about Japanese people? How did they behave?
If you asked me to answer in 3 words, then I would reply, clean, well-organized, and warm. How couldn’t you say they are clean when you couldn’t see any litter even though not so many trush bin were available. Might be, they put every litter in their own bag and throw it away when they find the trash bin. What a good habit! Everything was well-organized, all the building and home was exactly positioned in a block to another block, so no building stands out of the line. Every block forms a square with the same size so for sure the road was also well-managed, no traffic found. I also thought they were warm as every staff/officer would give their best service to you, with a warm face even though I didn’t know whether they expressed it sincerely or not. I didn’t care, the important one, they didn’t harm or hurt you. One more thing, as they behaved well and showed a very good integrity, not so many criminals caught. No pickpocket as I experienced.

So, do you like Japan?
Absolutely, I like Japan.

Do you have plan to come back? When will you visit Japan again?
Yes, I plan to. After I get the job and having stable financial, I will plan to visit Japan as a tourist. I wish to see my professors, Japanese friends, and Indonesian friends who were still in Japan.

Okay, thanks for all your answers. I am so happy to hear all of them. Hope God grants your wish!
Thanks a lot! By the way, I like to record every time I have the trip, you can check all the videos in my Youtube channel. Find it here, please subscribe and give like! Below is the example:




Hints:
Question word as subject:
Who was organizing
How many people joined

Question word as adverbial
When will you

Question word: more detail
Which part
How did they
How big
What else
How much

Question word as the object of preposition
To where did you travel