Monday, March 20, 2023

Es Krim: Comfort Food Terbaik!

Hari ini bawaannya bete banget, PMS serasa sangat nyata. Abis ngegym rasanya pengen cepet balik pulang karena kayaknya sedikit kurang fit. Mana kepala sakit. Sepertinya harus makan nasi. Kalau lagi ga enak badan, aku perlu makan nasi, tetapi aku batalin, berbelok beli es krim aja. Sepertinya makan es krim lebih better untuk memperbaiki mood-ku yang ga bagus seharian. 

hari ini bawaannya capek, rasanya ingin menghilang

Obat terbaik untuk hari ini, semoga besok bisa tetap sehat, meski ga sempat makan nasi malam ini

Mantap kali coklatnyaa


Tadinya mau beli popcorn keju indomaret juga, aku suka banget. Udah muterin ga ketemu-ketemu. Eh lupa, ini alfamart wkwkwk. Emang kurang gula ini anak.

Seharian bertanya-tanya apa yang bisa bikin hepi hari ini, karena rasanya capek banget kalo mood jelek begini. Akhirnya es krim menyelamatkanku.

Es krim adalah salah satu makanan yang bisa memperbaiki suasana hati karena es krim kaya dengan protein yang meningkatkan kadar tirosin di dalam otak. Tirosin adalah neurotransmitter yang bisa meningkatkan hormon dopamin, hormon yang bikin bahagia. Selain es krim, yang bisa meningkatkan mood ada coklat, susu, kopi, pisang, teh, telor, dan blueberry. [1]

Fakta menarik terkait es krim, berdasarkan survei yang dilakukan pada lebih dari 1000 orang Amerika Utara, es krim menempati posisi pertama sebagai comfort food pilihan wanita (74%) dan juga pria (77%). Mengungguli coklat dan cookies (pilihan wanita), serta sop dan pizza/pasta (pilihan pria). [2]

Menariknya lagi, berdasarkan survei yang dilakukan pada 277 partisipan (196 wanita dan 81 pria), yang menjadi dorongan untuk mengonsumsi comfort food adalah kesendirian, depresi, dan rasa bersalah [2]. 

Tepat berarti aku menjadikan es krim sebagai obat terbaikku hari ini, dan untuk ke depannya kalau depresinya ke-trigger lagi.  


Referensi:

[1] Trivedi, Vishal & Patel, Manav & Prajapati, Jashbhai & Pinto, Suneeta. (2015). Good Mood Food and Health. 

[2] Charles Spence, Comfort food: A review, International Journal of Gastronomy and Food Science, Volume 9, 2017, Pages 105-109, ISSN 1878-450X, https://doi.org/10.1016/j.ijgfs.2017.07.001.

0 comments:

Post a Comment

If you want to be notified that I've answered your comment, please leave your email address. Your comment will be moderated, it will appear after being approved. Thanks.
(Jika Anda ingin diberitahu bahwa saya telah menjawab komentar Anda, tolong berikan alamat email Anda. Komentar anda akan dimoderasi, akan muncul setelah disetujui. Terima kasih.)